Senin, 19 November 2018 12:47 WIB
pmk

Internasional

Lim Bebas Dakwaan Korupsi

Redaktur:

LEGA - Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng. MALAY MAIL

INDOPOS.CO.ID – Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng sedang menjadi perbincangan. Pengadilan Tinggi Penang membebaskan dia dari dakwaan korupsi kemarin. Rekannya, Phang Li Koon, bernasib sama. Kini dua pria yang juga dikenal sebagai pebisnis itu tak lagi berstatus terdakwa, status yang mereka sandang sejak 2016.

Putusan pengadilan tersebut menuai pro dan kontra. Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) mengaku kaget mendengar putusan itu. ’’SPRM ingin menggarisbawahi bahwa Kejaksaan Agung-lah yang mengambil putusan tersebut, bukan kami.’’ Demikian bunyi pernyataan resmi SPRM seperti dilansir The Straits Times kemarin.

Sebelum Pengadilan Tinggi Penang membuat keputusan kontroversial tersebut, Kejaksaan Agung memang mencabut kasus korupsi yang melibatkan Lim dan Phang. Karena kasus dihentikan, pengadilan pun mau tak mau mencabut status terdakwa terhadap mereka berdua.

Lim menjadi terdakwa saat masih menjabat menteri besar Penang. Dia terlibat dalam skandal korupsi yang kini kasusnya tak dilanjutkan lagi itu karena dialah yang memberikan izin. Lim membeli bungalo milik Phang dengan harga murah sebagai bentuk gratifikasi. Sebab, Lim bersedia mengubah status lahan milik Phang.

Lim yang merupakan anggota senior koalisi Pakatan Harapan mengaku tak bersalah. Pengakuan itu membuat para pendukung Lim yakin bahwa kasus tersebut bermuatan politik. Gara-gara kasus tersebut, Lim belum juga dilantik sebagai menteri. Tapi, secara de facto, dia telah menjalankan tugas-tugas sebagai menteri keuangan. Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad meminta Lim membersihkan namanya sebelum resmi memangku jabatan menteri.

Kemarin pengacara Lim, Ramkarpal Singh, mereaksi tegas pernyataan SPRM. Dia mengatakan bahwa SPRM tidak bisa begitu saja cuci tangan dari kasus yang melibatkan kliennya. Sebab, selama ini, kejaksaan selalu berkoordinasi dengan SPRM. Termasuk soal penghentian penyelidikan kasus korupsi Lim dan Phang. ’’Aneh jika mereka tiba-tiba saja mengaku tidak tahu apa-apa,’’ ujarnya.

Direktur Eksekutif Centre to Combat Corruption and Cronyism (C4) Cynthia Gabriel menegaskan, Kejaksaan Agung maupun SPRM berutang penjelasan kepada publik. ’’Kami tidak mau politisi yang telah mengkhianati rakyat masih bisa kembali ke sistem (pemerintahan),’’ kritiknya seperti dilansir The Star Online.

Terpisah, Mahathir menyatakan bahwa dirinya berkomitmen pada kesepakatan yang dibuatnya bersama Pakatan Harapan. Yakni, setelah dua tahun, dia bakal menyerahkan jabatan kepada Anwar Ibrahim. ’’Saya yakin, kini dia lebih dewasa dan berpengalaman,’’ ujarnya seperti dilansir Bernama.

Di pihak lain, Anwar mengakui bahwa situasi Malaysia saat ini tidak menguntungkan. Maka, dia maklum jika rezim Mahathir dikritik sana sini. Kalaupun dia yang menjadi PM, dia bakal tetap mengalami kesulitan. Terutama dalam merevitalisasi perekonomian Malaysia gara-gara utang yang luar biasa banyak. (sha/c19/hep/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #korupsi 

Berita Terkait

Ini Kronologi OTT Bupati Pakpak Bharat

Headline

Idrus Sangkal Gunakan Uang Suap untuk Umrah

Headline

Giliran Mantan Kepala BPBD Tersangka

Megapolitan

IKLAN