Selasa, 20 November 2018 01:05 WIB
pmk

Liga Indonesia

Besut Persebaya, Djadjang Nurdjaman Tak Ada Peluang Ganti Formasi

Redaktur:

Skuad Persebaya saat latihan Stadion Jala Krida Mandala, Bumimoro, Surabaya (1/9). AHMAD KHUSAINI/ JAWA POS

INDOPOS.CO.ID – Pergantian pelatih tak membuat Persebaya Surabaya mengubah gaya permainan. Green Force – julukan Persebaya - dipastikan tetap menggunakan pakem 4-3-3. Itu artinya, tak ada peluang bagi Djadjang Nurdjaman untuk gonta-ganti skema.

Maklum, pelatih 53 tahun itu memang doyan mengubah skema permainan. Musim ini, dia sudah melakoni 15 laga bersama PSMS Medan. Nah, dari 15 laga itu, dia sudah menerapkan empat formasi berbeda.

Selain 4-3-3, ada 4-4-2, 4-2-3-1 dan skema tiga bek dengan 3-5-2. Memang, 4-3-3 masih menjadi favorit pelatih asal Majalengka itu. Bersama PSMS, enam kali dia mengawali laga dengan formasi tersebut. Sayang, hasil yang didapat kurang maksimal. Dari enam laga, PSMS hanya menang dua kali, sisanya kalah. Kebobolan delapan gol dan hanya mencetak lima gol.

Catatan Djanur memang cukup buruk. Tapi, Asisten Pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro mengaku siap membantu. Menurutnya, Djanur lebih paham bagaimana formasi 4-3-3. “Tidak perlu saya dikte. Tapi, dia (Djanur) hanya belum pernah melatih Persebaya. Itu yang akan saya bantu. Saya akan menjembatani agar permainan (khas Suroboyo) sampai,” kata Bejo.

Djanur memang mengaku siap meneruskan pola yang sudah diterapkan Persebaya di bawah komando Bejo. Menurutnya, permainan ngeyel khas Persebaya cukup bagus. “Itu (permainan ngeyel) bukan hal baru buat saya. Hampir mirip dengan apa yang saya lakukan (di tim lain),” kata mantan pelatih Persib Bandung itu.

Memang, hingga saat ini Djanur belum pernah melatih skuad Green Force. Tapi, kemarin sore dia sudah tiba di Surabaya. Rencananya, pagi ini Djanur akan memimpin latihan skuad Persebaya di lapangan Karanggayam.

Nantinya, Bejo akan mendampingi Djanur. Keduanya bakal bagi tugas dalam menangani Persebaya. Meski lebih paham luar dalam soal Persebaya, namun Bejo memastikan enggan melangkahi apa yang menjadi keputusan Djanur sebagai pelatih kepala.

“Namanya juga pembantu, bagi tugasnya jelas. Saya harus respek dengan apa yang jadi pemikiran coach Djanur,” tambah legenda Persebaya itu. Dalam latihan kemarin, dia juga sudah memberi pemahaman ke pemain agar menunjukan kualitas terbaik di bawah komando Djanur. “Saya minta seluruh pemain respek,” kata Bejo.

Kedatangan Djanur disambut positif oleh penggawa Persebaya. Robertino Pugliara yang pernah bekerja sama dengan Djanur di Persib musim 2016 mengaku antusias. “(Djanur) Pasti bagus buat tim. Dia orangnya sangat tenang,” kata pemain asal Argentina itu.

Pemain yang akrab disapa Papito itu juga cukup klop dengan gaya bermain yang diterapkan Djanur. “Dia suka tim yang main bola dari kaki ke kaki. Dia juga sangat disiplin,” kata pemain yang juga pernah berseragam Persipura Jayapura itu.

Hal senada diungkapkan Raphael Maitimo. Dia pernah menjadi bagian skuad Persib saat dilatih Djanur. Menurutnya, Djanur merupakan pelatih yang sangat bagus. “Dia pelatih yang sangat bagus dan detail saat mempersiapkan pertandingan,” kata maitimo. (gus/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #persebaya-surabaya 

Berita Terkait

Aib di Kandang

Liga Indonesia

Da Silva Belum Pasti, Masih Ada Osvaldo

Liga Indonesia

Hajar Barito Putera, Persija Lebih Pede ke GBT

Liga Indonesia

Ke Jayapura, Kondisi Lawan Persebaya Lebih Bugar

Liga Indonesia

OK John Fit, Lini Belakang Persebaya Nyaris Sempurna

Liga Indonesia

IKLAN