Rabu, 26 September 2018 06:17 WIB
pmk

Liga Indonesia

Mengenal Sosok Slamet Nurcahyo, Gelandang Serang Madura United

Redaktur:

Aksi Slamet Nurcahyo dalam sebuah laga bersama Madura United. Foto. INDOSPORT.COM

INDOPOS.CO.ID - Konsisten. Itulah kata yang tepat menggambarkan sosok Slamet Nurcahyo. Performanya stabil, meski usianya telah mencapai 35 tahun. Selama Agustus, gelandang serang Madura United itu menyumbang dua gol dan berandil besar membawa klubnya bersaing di papan atas Liga 1.

Karena performanya itulah, Jawa Pos dan Statoskop selaku penyedia data statistik sepak bola memilih Slamet sebagai pemain terbaik Agustus. Dia melanjutkan tradisi pemain senior yang terpilih menjadi yang terbaik. Selama enam bulan Liga 1 berjalan, ada tiga pemain di atas kepala tiga yang terpilih.

Ya, kapten Persija Jakarta Ismed Sofyan yang berusia 39 tahun menjadi pemain pertama pemegang trofi pemain terbaik bulanan pada Maret. Sempat disela Stefano Lilipaly (Bali United), Samuel Reimas (Perseru Serui), dan Rizky Pellu (PSM Makassar), pada Juli kapten Persib Bandung Supardi Nasir, 35 tahun, terpilih.

”Sulit mencari pemain seperti Slamet. Saat ini, dia memang sangat konsisten. Dalam dua pertandingan terakir, dia juga mampu menampilkan aksi yang cukup spektakuler,” tutur Asisten Pelatih Madura United Rasiman.

Selain menyumbangkan dua gol, Slamet juga melepas tujuh tembakan, memberikan 83 kali umpan, serta akurasi dribel mencapai 75 persen. Itu dicatat ketika Madura United menang atas tamunya PS Tira 3-1 (3/8) dan tuan rumah Sriwijaya FC 2-1 (11/8).

”Suatu kebanggaan bisa terpilih menjadi pemain terbaik. Tentu ini jadi motivasi agar bisa lebih baik ke depannya,” ucap pemain bernomor punggung 10 itu. Lalu, apa sebenarnya rahasia di balik performa hebatnya meski tak lagi muda? ”Istirahat teratur dan menjaga pola makan,” ujar Slamet.

Pujian datang dari kapten Persebaya Rendi Irwan. Mereka berdua sama-sama berposisi sebagai gelandang serang. ”Dia gelandang yang pintar dan cerdas dalam membagi bola. Selain itu dia juga berbahaya ketika mendapat ruang untuk cetak gol,” jelasnya.

Pelatih Barito Putera Jacksen F. Tiago juga memberikan penilaian positif. Menurut dia, kemampuan dribel yang baik, pintar mengelabui lini belakang lawan, dan mumpuni dalam bola mati menjadi keistimewaan Slamet. ”Di Madura dia menunjukkan kualitas yang sama persis seperti yang pernah saya lihat,” ujar pelatih asal Brasil itu.

Apalagi, kini Slamet jelas lebih matang dan konsisten. Bagi Jacksen, mantan pemain PSS Sleman itu bukan sosok asing. Saat mantan pemain Slamet masih bermain di klub internal Persebaya Assyabaab, Jacksen pernah jadi pelatihnya. Bahkan, pada 2004, Jacksen pula yang membawa Slamet ke tim senior Persebaya. (nia/gil/ham/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #madura-united 

Berita Terkait

Jamu Madura United, Singo Edan Mengamuk

Liga Indonesia

Arema FC vs Madura United, Siapkan “Kuburan” Sape Kerrap

Liga Indonesia

Jamu Mitra Kukar, Madura United Bertekad Pertahankan Rekor

Liga Indonesia

Jumpa MU, Rekor Pertemuan Jadi Motivasi Mitra Kukar

Liga Indonesia

Madura United vs Selangor FA, Bukan Lawan yang Mudah

Liga Indonesia

Madura United: Selangor FA Bukan Lawan yang Mudah

Headline

IKLAN