Kamis, 15 November 2018 03:41 WIB
pmk

Nasional

KPK Hati-Hati Dalami Kemungkinan Golkar Terima Suap PLTU

Redaktur: Redjo Prahananda

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang.

INDOPOS.CO.ID - Pengakuan Eni Maulani Saragih, tersangka kasus suap proyek pembangunan PLTU-1 menyeret Partai Golkar dalam pusaran kasus ini. Namun demikian, KPK hati-hati mengenai kemungkinan tersebut.

Tersangka Eni mengaku menerima uang sebesar Rp 6,2 Miliar dari pengusaha Johannes B. Kotjo. Dari total nilai dana tersebut, Rp 2 Miliar mengalir ke Munaslub Partai Golkar.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menjelaskan, bakal mempelajari pengakuan Eni. KPK dilarang mengadili orang Trail By The Press. “Nanti kami pelajari dulu kalau andai-andai mengadili orang Trail By The Press, nanti kami pelajari pelan-pelan. Kalau di omong-omong juga kalau kami tidak bisa membuktikan bagaiman,” tutur Saut.

Mengenai KPK kemungkinan bakal memeriksa Ketua Umum Golkar, Saut menegaskan bakal melihat terlebih dahulu aliran dana tersebut benar-benar mengaliar ke Munaslub atau tidak. “Kami harus lihat dulu, baru kami bisa buktikan,”kata Saut Situmorang, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Sejauh ini, Saut menambahkan, Eni belum mengajukan diri sebagai Justice Collaborator kasus ini. Meskipun, dia membeberkan pengakuan mengenai aliran dana ke Munaslub Golkar dari suap PLTU-1 Riau.

“Nanti kami bakal lihat, sampai sekarang Eni belum mengajukan JC, mudah-mudahan dia bisa membuka lebih banyak aliran dana supaya lebih clear.” (cr-1)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #idrus-marham #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #idrus-tergerus-kasus-listrik #kpk #saut-situmorang #eni-maulani-saragih #partai-golkar 

Berita Terkait

IKLAN