Rabu, 14 November 2018 08:45 WIB
pmk

Jakarta Raya

Terapkan Rujukan Online, Pasien Tak Lagi Nyasar

Redaktur: Redjo Prahananda

ONLINE- Penijauan aplikasi rujukan online di Klinik Kimia Farma Pos Pengumben, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, (5/9/2018).

INDOPOS.CO.ID- Uji coba penerapan digitalisasi rujukan atau rujukan online dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memasuki fase ke-2 yakni 1 hingga 15 September 2018. Sedangkan uji coba pada fase 1 sejak 15 Agustus dinilai memuaskan.

“Banyak hal positif yang diperoleh dari ujicoba selama fase 1, antara lain terkumpulnya data rumah sakit rujukan,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat Diah Sofiawati, di sela-sela meninjau pelaksanaan rujukan online di Klinik Kimia Farma Pos Pengumben, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (5/9/2018). Dengan begitu, pasien mendapatkan kepastian layanan rujukan.

Menurut Diah, ketika masih manual, banyak kasus pasien yang nyasar ke RS rujukan. Itu satu faktornya adalah minimnya informasi dokter yang berkompeten  pada rumah sakit akan dirujuk atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Di lain sisi, sebelumnya banyak terjadi penumpukan pasien di RS rujukan tertentu. Alhasil, waktu yang terbuang.

”Kalau sekarang sudah bisa diatur dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang merujuk. Karena daftar dokter spesialis/subspesialis berikut jadwal prakteknya sudah terinput di aplikasi P-Care,” ujar Diah.  Menurutnya, semua FKTP yang ada di wilayah Jakarta Barat berjumlah 127 FKTP semuanya mengaplikasikan rujukan online. Sudah tidak ada lagi FKTP menggunakan rujukan manual.

Menurutnya, dalam ujicoba fase ke-2 ini sifatnya penyempurnaan. Antara lain pembenahan mapaun perbaikan  data-data yang langsung dilakukan oleh pihak rumah sakit rujukan. Begitu pula ada penambahan fitur untuk rujukan kasus-kasus tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus. Seperti kanker, hemodialisa, thallasemia, hemofilia, transplantasi hati, transpalantasi ginjal, TB, jiwa, dan kusta.

”Melalui penyempurnaan-penyempurnaan tersebut diharapkan dalam fase ke-2 ini pelaksanaan sistem rujukan online ini akan semakin baik dan dirasakan manfaatnya oleh peserta. Pada jangka panjang, digitalisasi rujukan ini akan mendekatkan peserta JKN-KIS dengan fasilitas kesehatan dan mengurai antrean dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.(dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-kesehatan 

Berita Terkait

IKLAN