Kamis, 15 November 2018 08:09 WIB
pmk

Indobisnis

Industri 4.0 Membuat Biaya Logistik Lebih Murah

Redaktur: Redjo Prahananda

Kepala Komite Tetap Kadin Bidang Logistik Supply Chain dan SDM, Nofrisel dan Ketua Komite Tetap Kadin bidang Perhubungan Laut Darmansyah, bisnis logistik sangat menjanjikan. Industri 4.0 mendukung pertumbuhan bisnis logistik

INDOPOS.CO.ID - Biaya logistik diperkirakan akan semakin murah. Hal itu menyusul perkembangan teknologi serta mulai diterapkannya industri 4.0. Adapun lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem Industry 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing. Menurut Kepala Komite Tetap Kadin Bidang Logistik Supply Chain dan SDM, Nofrisel, perusahaan penyedia jasa logistik akan berlomba-lomba menurunkan tarif dengan diterapkannya industri 4.0. Serta meningkatkan kompetitifnya.

"Industri 4.0 berpengaruh terhadap produk dan juga pengiriman. Delivery yang efisien. Harusnya orang penyedia jasa logistik sekarang berlomba-lomba menurunkan tarif. Karena implikasi dari teknologi," ujarnya di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Nofrisel menambahkan, saat ini penyedia jasa logistik memang tengah memikirkan bagaimana menurunkan biaya logistik  yang masih dianggap cukup tinggi. Serta dapat menjamin pengiriman barang di seluruh Indonesia.

"Peringkat logistik Indonesia di dunia terus naik. Hasil riset Bank Dunia dalam Logistics Performance Index, naik dari posisi 63 ke 46," ujarnya.

Nofrisel 

Ia menambahkan dalam industri 4.0 tantangan yang perlu dihadapi adalah bagaimana menyesuaikan dengan teknologi.

"Poin utamanya itu  semua sekarang digerakan internet. Menuju automasi.

Itu memberi pengaruh terhadap performance logistik," ujar Nofrisel.

Isu itu menurutnya penting dibahas saat perhelatan Indonesia Transport, Supply Chain dan Logistik , pada 12 sampai 14 September 2018.

"Karena relevan saat ini," ujar Nofrisel.  Ia menambahkan, dulu punya aset merupakan keunggulan perusahaan logistik.

Namun sekarang ada yang tidak punya aset jadi pemain utama dibidang logistik. Karena ia memanfaatkan teknologi.

"Pekerjaan utama logistik itukan Gudang, transportasi, pelayaran, pelabuhan. Semua itu sekarang bisa di koneksikan dengan teknologi. Namun ada juga disruptionnya. Namun begitu barang atau produk tentu tidak bisa di digitalkan. Tetap harus dikirim. Jadi itu keunggulan bisnis logistik," pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Kadin bidang  Perhubungan Laut Darmansyah menambahkan, bisnis logistik di Indonesia punya prospek yang bagus. Seiring pertumbuhan ekonomi. Maupun transaksi ekspor impor maupun domestik.

"Indonesia negara kepulauan, perlu kapal untuk memindahkan barang dan orang.  Ini bisnis transportasi dan logistik sangat menjanjikan," jelasnya.

Bahkan kata Darmansyah, saat ini sudah ada  e-commerce. Pelaku usaha di sektor transportasi dan logistik, mau tidak mau harus menyesuaikan dengan teknologi.

"Supaya kita bisa mempersiapkan diri di industri yang serba digital ini," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #industri-40 

Berita Terkait

IKLAN