Minggu, 18 November 2018 01:27 WIB
pmk

Nasional

Kasus Suap Hakim Medan: Tersangka Minta KPK Cek CCTV

Redaktur: Redjo Prahananda

Tersangka suap kasus penanganan perkara Tipikor PN Medan, Merry Purba. Foto: Akbar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID- Hakim Adhoc Tipikor Pengadilan Negeri Medan , Merry Purba mengaku buta soal temuan uang di meja kerja. Dia meminta penyidik memeriksa CCTV di ruangan kerja untuk mengetahui siapa penaruh uang di meja.

Dalam OTT KPK beberapa waktu lalu di PN Medan, penyidik KPK menemukan uang di ruangan kerja Merry. Dia meminta penyidik KPK membuka rekaman CCTV mulai tanggal 25 Agustus lalu.

“Saya mohon kepada penyidik KPK dengan segala kerendahan hati, tolong selidiki CCTV siapa saja  masuk ke ruangan saya mulai tanggal (25/8/2018) karena penyidik bertanya kepada saya tanggal 25, sementara tanggal 25 saya sedang kebaktian,"kata Merry di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/9/2018).

Bukan cuma meminta memeriksa CCTV, Merry mendesak agar penyidik menelisik sidik jari  di uang tersebut. “Mohon supaya diambil sidik jari penerima uang itu dan siapa penaruh  uang itu di meja saya. Tolong berkata jujur," sambung Merry.

KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap rekayasa putusan perkara di Pengadilan Tipikor Medan. Empat orang itu antara lain, Hakim Ad Hoc Tipikor Medan, Merry Purba; pengusaha ‎Tamin Sukardi; panitera pengganti Helpandi; dan orang kepercayaan Tamin, Hadi Setiawan.

Diduga, Merry Purba menerima suap sebesar 280 Dolar Singapura dari pengusaha Tamin Sukardi dalam dua kali tahapan.‎ Pemberian suap melalui perantara Panitera Pengganti Helpandi dengan orang kepercayaan Tamin, Hadi Setiawan. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-suap-hakim-medan #kpk #korupsi 

Berita Terkait

IKLAN