Minggu, 18 November 2018 05:35 WIB
pmk

Megapolitan

Akibat Air Limbah Kiriman dan Limbah Domestik, Kali Bekasi Bakal Terus Tercemar

Redaktur:

PENCEMARAN-Salah satu aliran Kali Bekasi, tepatnya di Bendungan Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur tertutup busa berwarna putih, Senin (3/9). deny iskandar/indopos

INDOPOS.CO.ID - Ancaman pencemaran limbah di Kali Bekasi makin mengkhawatirkan. Sebab, aliran sungai di wilayah hulu yang menyuplay air ke Kali Bekasi sudah tercemar. Bahkan, air sejumlah sungai di wilayah Bogor yang bermuara di Kali Bekasi berbau dan berwarna hitam.

Kemungkinan air yang sudah tercampur limbah industri di bagian hulu itu akan menggelontor ke Kali Bekasi terjadi saat hujan tiba. ”Air berbau dan berwarna hitam ini paling cepat saat hujan. Air langsung dari hulu langsung ke hilir dan mencemari Kali Bekasi," terang Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas, Puarman, kepada INDOPOS, Selasa (4/9).

Puarman juga mengatakan, salah satu sungai yang memasok air tercemar berasal dari Sungai Cileungsi. Pantauanya, beberapa hari ini air sungai di Kabupaten Bogor itu menghitam dan mengeluarkan aroma tak sedap. Kemungkinan aliran tersebut sudah tercemar limbah domestik dan pabrik.

"Kami sudah pantau sejak beberapa hari lalu, airnya sudah berubah hitam pekat, dan bau,” ujarnya. Sejauh ini, katanya juga, Sungai Cileungsi yang menjadi hulu Kali Bekasi belum bersih dari limbah. Dan dampaknya, pada Senin (3/9) limbah tersebut terseret air hujan yang lebat di wilayah Bogor.

”Akhirnya, dalam hitungan jam, limbah itu sampai ke Kota Bekasi melalui aliran Kali Bekasi yang membuat timbulnya busa,” paparnya. Namun, Puarman mengaku, perubahan warna air di Kali Bekasi sudah mulai kembali normal di Bendungan Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur pada Selasa (4/9).

Busa berwarna putih yang sebelumnya menutupi permukaan sungai sudah hilang. ”Air Kali Bekasi sudah hijau lagi," paparnya juga. Seperti diketahui, air Kali Bekasi merupakan hasil pertemuan antara Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Air dari kedua sungai itu juga mengalir ke Sungai Parigi.

Akibatnya, Selasa (28/8), Sungai Parigi yang ada di Kecamatan Bantargebang airnya berubah  menjadi hitam pekat dan berbau. Diduga air Sungai Parigi tercemar limbah industri. Selain itu, Senin (3/9), aliran Kali Bekasi tepatnya di Bendungan Hasibuan tertutup busa dan airnya berubah hitam pekat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Jumhana Luthfi mengatakan kondisi Kali Bekasi dan sungai pada umumnya akan mengalami debit minimal saat puncak kemarau. Akibatnya air sungai cenderung dangkal dan tidak mengalir karena tidak ada intake dari hulu maupun tambahan air hujan.

”Air yang masuk ke sungai dominan adalah air limbah dari berbagai kegiatan baik dari domestik (rumah tangga) dan non domestik (limbah industri)," terangnya.

Air sungai dalam kondisi debit minimal cenderung septick (kekurangan oksigen) sehingga menimbulkan bau tak sedap dan warna nampak lebih pekat.

Bahkan, air yang masuk ke aliran Kali Bekasi lebih dominan limbah domestik, karena minim pengolahan yang langsung dibuang dari rumah tangga. "Hingga air limbah yang dibuang tanpa pengolaan akan menambah beban pencemaran Kali Bekasi," terangnya juga.

Dia juga memaparkan, peristiwa pada Senin (3/9) yang menyebabkan Kali Bekasi berbusa dan berwarna hitam pekat karena sendimen sungai terangkat secara serentak dan menyebabkan turbelensi. Menurut dia lagi, timbulnya busa pada sungai dapat menjadi indikasi bahwa parameter zat tertentu batas sungai di lokasi cukup tinggi.

Menurut dia juga, dalam air jika terdapat gesekan/turbelensi yang kencang dan dalam waktu tertentu akan bereaksi membentuk busa dalam jumlah yang cukup banyak. Salah satunya berasal dari aikil benzena sulfonat yang terkandung dalam air sungai tersebut.

Bahkan, kata Luthfi, saat terjadinya pencemaran atau timbulnya busa terkandung oksigen pada air di Kali Bekasi hanya 0,584 Mg/L, padahal normalnya minimal 4 Mg/L. Dengan nilai saat ini biota air di Kali Bekasi terancam tidak bisa hidup, karena kekurangan oksigen.

Sedangkan klorin atau zat kimia yang mengadung racun mencapai 3,10 Mg/L di Kali Bekasi, padahal maksimalnya 0,03 Mg/L pada saat terjadi pencemaran dua hari lalu.

Terpisah, Kasubag Humas PDAM Tirta Patriot Uci Indrawijaya mengatakan, pencemaran Kali Bekasi yang terjadi pada Senin (3/9) tidak mempengaruhi produksi air bersih milik perusahaannya. Sebab, langsung dilakukan rekayasa pembuangan air sungai yang tercemar tersebut. "Baku mutu air masih bisa diolah," katanya, Selasa (4/9).

Uci menambahkan, tindakan yang diambil dalam menangani pencemaran Kali Bekasi dengan cara membuka Bendungan Nowo yang membuang air sebesar 3 kubik per detik, kemudian membuka saluran suplesi Kalimalang sebanyak 2 kubik per detik. ”Jadi total 5 kubik. Kami masih bisa olah 1 kubik, dan 4 kubik airnya untuk aliran Babelan," paparnya.

Beda halnya, bila Bendung Nowo dibuka sebanyak 5 kubik dan suplesi Kalimalang hanya 2 kubik per detik maka bahan baku untuk produksi air bersih sudah tidak bisa dilakukan. ”Makanya, meski terjadi pencemaran dua hari lalu kami masih bisa mengolah air Kali Bekasi menjadi bersih,” tandasnya. (dny)

Kasus Pencemaran Kali Bekasi

 

Senin 17 Juli 2017

1.  Air Kali Bekasi berwarna hijau pekat yang membuat ikan mati akibat limbah industri pencucian jins

2.  Daerah tercemar        : Bantargebang

3.  Pencemar                   : PT Milenium Laundry

4.  Unsur pencemaran     : Chemical Oxigen Demand (COD) dan Chromic (logam berat) 200 persen lebih tinggi

 

Jumat 17 Maret 2017

1.  Air Kali Bekasi berbusa putih dengan ketebalan 10 centimeter

2.  Daerah tercemar        : Curug Parigi-Bendungan Prisdo

3.  Pencemar                   : Perusahaan deterjen di Kabupaten Bogor

4.  Unsur pencemaran     : PH 4,45 dengan kadar keasaman sangat kuat dan suhu 29,6 Celcius

 

15 Januari 2017

1.  Air Kali Bekasi berwarna kecoklatan lalu berubah menjadi hitam pekat

2.  Daerah tercemar        : Jalan Rawa Tembaga, Kecamatan Bekasi Utara                    

3.  Pencemar                   : Belum diketahui

4.  Unsur pencemar        : Zat kimia seperti amoniak, mangan, besi dan tembaga

 

28 Agustus 2018

1.  Air Sungai Parigi berwarna hitam pekat dan bau

2.  Daerah tercemar        : Kecamatan Bantargebang

3.  Pencemar                   : Air limbah kiriman Sungai Cileungsi

4.  Unsur pencemar        : Diduga limbah pabrik dan limbah domestik

 

4 September 2018 

1.  Air Kali Bekasi berbusa dan berwarna hitam pekat

2.  Daerah tercemar        : Bendungan Hasibuan, Bekasi Timur

3.  Pencemar                   : Air limbah kiriman hulu dan limbah domestik

4.  Unsur pencemar        : Limbah pabrik deterjen yang dibuang ke sungai

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #limbah #limbah-kiriman-ancam-kali-bekasi 

Berita Terkait

Sering Tercemar, Air Kali Bekasi Berbahaya

Megapolitan

Warga Geram, Pemda Tak Tindak Pelaku Pencemaran Cileungsi

Megapolitan

Kali Bekasi Kembali Tertutup Busa Putih

Megapolitan

Limbah Kiriman Ancam Kali Bekasi

Megapolitan

Limbah Kiriman Ancam Kali Bekasi

Megapolitan

IKLAN