Kamis, 20 September 2018 04:15 WIB
pmk

Internasional

Penyebab Kebakaran Museum Kuno Brasil Terungkap

Redaktur:

SEJARAH - Museum Nasional Brasil disegel dengan garis polisi (4/9) usai kebakaran hebat Minggu (2/9). BBC.COM

INDOPOS.CO.ID – Cinta saja tidak cukup. Perlu perhatian dan perbuatan untuk menjaganya. Itu juga berlaku dalam hubungan pemerintah Brasil dan Museu Nacional. Minggu petang (2/9), museum yang terletak di Rio de Janeiro itu terbakar hebat. Koleksi-koleksi berharga di dalamnya nyaris ludes. Gara-garanya, pemerintah Brasil hanya mencintai tanpa pernah ada upaya melestarikan museum itu.

”Kami semua sangat marah,” kata Rektor Rio de Janeiro Federal University Roberto Leher seperti dilansir Reuters kemarin (4/9). Dia geram saat mendengar kabar buruk dari museum yang dikelola universitasnya itu. Sebab, gedung tua yang menyimpan sekitar 20 juta koleksi artefak dan benda-benda kuno tersebut memang rapuh.

Terkait kondisi bangunan yang sudah tidak layak, Leher mengaku sudah sering mengadu ke pemerintah. Tapi, tidak pernah ada tanggapan serius. Hal senada diungkapkan Renato Rodriguez Cabral, dosen Departemen Geologi dan Paleontologi di Rio de Janeiro Federal University. Dia menegaskan bahwa kehancuran museum itu tak terjadi dalam semalam.

Selama bertahun-tahun, menurut Cabral, museum tersebut diabaikan. Pemerintah tidak pernah peduli. Pergantian rezim juga tidak membawa perubahan berarti. Anggaran untuk museum yang konon menjadi kebanggaan Brasil itu terus berkurang. Ironisnya, perbaikan infrastruktur tidak pernah ada. Juni lalu, saat museum memperingati hari jadinya yang ke-200, tak ada satu menteri pun yang hadir.

’’Ini adalah tragedi yang diperkirakan sebelumnya,’’ kata Leher. Karena itu, dia menyalahkan pemerintah atas musibah yang memicu protes dari seluruh lapisan masyarakat tersebut.  ’’Kebakaran itu bagaikan operasi lobotomy pada masyarakat,’’ ujar Marina Silva, politikus oposisi Brasil, seperti dilansir CNN. Lobotomy adalah operasi pembedahan kepala yang kontroversial. Sebab, tujuan operasi besar itu adalah menyembuhkan gangguan jiwa.

Kemarin ratusan warga mengepung Museu Nacional. Mereka bergandengan tangan di halaman museum sambil menyaksikan yang tersisa dari tragedi Minggu petang itu. Mereka terpaksa hanya memandang dari kejauhan. Sebab, petugas melarang mereka masuk. Museum dijaga ketat aparat yang sesekali menyemprotkan gas air mata untuk menenangkan publik.

Memperbolehkan massa masuk ke museum, menurut pihak berwajib, tak akan memperbaiki situasi. Sebaliknya, malah berbahaya. Sebab, masih ada kemungkinan bangunan itu ambruk.

Setelah api padam sepenuhnya, pasukan pemadam kebakaran mengetes ketahanan bangunan. Itu dilakukan untuk mengukur kekuatan museum yang kini hangus. Setelah dirasa cukup aman, ada sekitar 15 petugas yang diizinkan masuk. Mereka bertugas mengevakuasi koleksi yang masih bisa diselamatkan. Salah satunya, meteorit Bendego yang beratnya mencapai 5 ton.

Kini pemerintah Brasil menggalang dana untuk merestorasi museum. Mereka telah menemui beberapa bank dan perusahaan untuk membantu pembangunan museum itu secepatnya. Brasil juga akan mencari bantuan dari berbagai lembaga internasional. Salah satunya, UNESCO.

Sejauh ini, belum ada kepastian terkait penyebab kebakaran itu. Dugaan sementara, penyebabnya adalah korsleting atau lampion. Penduduk Brasil biasa menerbangkan lampion untuk menyemarakkan sejumlah perayaan. Budaya itu sudah lama menjadi dalang berbagai kasus kebakaran di negara tersebut. (sha/c7/hep/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kebakaran 

Berita Terkait

Api Membara di Gunung Wilis

Nusantara

Kantin Trans Mart Cilandak KKO Terbakar

Jakarta Raya

35 Tewas gara-gara Penasaran

Internasional

Museum Kuno Hangus Terbakar

Internasional

Gudang Sawit PTPN VIII Kertajaya di Lebak Terbakar

Megapolitan

IKLAN