Kamis, 15 November 2018 08:04 WIB
pmk

Indobisnis

Fintech Masih Kesulitan Kerjasama dengan Perbankan

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kerjasama antara perbankan dan fintech dalam bentuk channeling dilakukan untuk menggapai pasar kredit mikro. Namun, salah satu pertimbangan kuat perbankan untuk bisa berkolaborasi dengan penyelenggara fintech menyangkut aspek legal, salah satunya harus ada izin penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Padahal saat ini baru perushaan fintech yang sudah mendapat izin penuh OJK.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, kepada wartawan Selasa kemarin (4/9/2018) mengatakan, aspek legal berupa izin penuh untuk suatu penyelenggara fintech, menjadi catatan pengawas perbankan demi memitigasi risiko. Menurutnya, kehati-hatian terhadap izin ini menjadi penting, mengingat industri fintech sendiri baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir, sehingga rekam jejaknya masih minim.

"Perbankan akan lebih mudah memberikan kerja sama kalau izin penuh fintech sudah diperoleh. Karena itu salah satu aspek pengurangan risiko, yakni aspek legal," ujarnya.

Legalitas yang jelas dari otoritas dinilainya menjadi aspek utama selain, aspek lain yang menjadi pertimbangan perbankan bekerja sama dengan fintech, yakni aspek komersial, prospek, hingga rekam jejak.

“Kan bisa saja seperti kemarin, sudah terdaftar tahu-tahunya status terdaftarnya batal bahkan dicabut oleh OJK. Itu akan jadi kendala bank kalau mau bekerja sama dengan mereka dalam bentuk apapun. Jadi, perlu kehati-hatian dari manajemen risiko bank tersebut," pungkasnya.

Untuk diketahui, pada tanggal 2 September 2018, OJK mencabut status terdaftar untuk 5 penyelenggara fintech. Dengan begitu jumlah penyelenggara fintech terdaftar OJK tercatat sebanyak 61 perusahaan. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #fintech 

Berita Terkait

IKLAN