Jumat, 21 September 2018 03:31 WIB
pmk

Indobisnis

Tahun 2020, Konsumen Belanja Online Naik Jadi 119 Juta Orang

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Teknologi kini menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari, termasuk memudahkan orang berbelanja. Konsumen kini kian beralih dari aktivitas belanja konvensional dengan cara mendatangi toko fisik di beragam lokasi (offline) ke belanja secara digital (online). Konsumen dapat membeli apa pun, kapan pun, dan di mana pun langsung klik ponsel dari genggaman tangan mereka.

Pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia pun kian meningkat. Di tahun 2015 lalu, Indonesia memiliki 18 juta konsumen berbelanja secara online. Ada harapan ini tumbuh hingga 119 juta pada tahun 2020. Ada peranan populasi muda yang besar, penetrasi perangkat perangkat mobile dengan harga yang terjangkau, investasi besar (termasuk kerja sama) dari para investor asing.

"Berdasarkan riset Tetra Pak Index di Indonesia, sebanyak 1,2% konsumen di Jakarta telah berbelanja pangan secara online pada tahun 2016 dan angka ini diharapkan untuk terus tumbuh hingga 5,4% pada tahun 2030. Kegiatan belanja di pasar tradisonal mungkin akan menurun pada tahun 2030 menjadi 46,6% dari sebelumnya di angka 56,3% pada tahun 2016," ujar Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Tetra Pak sendiri adalah sebuah perusahaan pengemasan makan dan minuman menciptakan ‘Tetra Pak Index’, sebuah riset tahunan yang diadakan di beberapa negara termasuk Indonesia. Nah, guna mempelajari tren belanja pangan di era omnichannel ini. Bagaimana pengalaman tersebut dapat menghadirkan kesempatan unik bagi industri makanan dan minuman. Riset yang memasuki tahun kesebelas ini menjelaskan pentingnya peranan kemasan produk dalam perjalanan belanja konsumen di era pemasaran berbasis omnichannel ini.

Untuk mampu bersaing di era omnichannel, para pengusaha harus berusaha untuk menawarkan pengalaman berbelanja secara online yang dipersonalisasi untuk para konsumennya. Salah satu aktivitas belanja online yaitu belanja makanan dan minuman secara online (e-grocery). Saat ini dipandang sebagai katalis untuk transformasi e-commerce yang lebih luas. Cara belanja e-grocery pun kian digemari di seluruh dunia sesuai dengan hasil riset Tetra Pak Index 2018.

E-grocery telah dipandang sebagai sebagai cara belanja baru yang menyegarkan bagi konsumen, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan belanja pangan secara offline.

"Tren belanja konsumen Indonesia yang perlahan beralih ke e-grocery disambut dengan sangat baik oleh para e-commerce, khususnya Bukalapak. Di Jakarta sendiri, e-grocery berkompetisi langsung dengan minimarket dan supermarket karena permintaan konsumen akan pengalaman belanja yang mudah dan cepat, serta akses internet yang membaik. Sebagai contoh, di Bukalapak, untuk kategori RTD saja kami mencatat puluhan juta minuman terjual di semester 1, 2018 melalui marketplace dan melalui distribusi ke UKM Warung di seluruh Indonesia," tambah Rahmat Danu Andika, Associate Vice President of O2O Business Bukalapak. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #konsumen-belanja-online-naik #e-grocery 

Berita Terkait

IKLAN