Sabtu, 17 November 2018 10:41 WIB
pmk

Headline

Eni Akui Bertemu dengan Bos PLN

Redaktur:

KETERANGAN- Eni Saragih, tersangka kasus Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Foto: Akbar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kasus Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 terus menggelinding. Eni Saragih, tersangka kasus suap proyek tersebut mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengacara Eni Maulani Saragih, Fadli Nasution, mengatakan, kliennya sudah mengajukan JC dan siap membuka seterang-terangnya terkait kasus PLTU Riau-1.“JC sudah dilaporkan Senin kemarin (3/9), saya harap JC diterima, karena Bu Eni sudah koperatif kepada KPK,”kata Fadli di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9). “Pelimpahan perkara kepengadilan ya mungkin akhir bulan ini-lah,”tambahnya.

Saat ditanyakan apakah benar adanya pertemuan dengan Dirut PLN Sofyan Basir untuk membahas proyek PLTU Riau-1? Pengacara Eni tersebut mengamini. ”Iya memang ada pertemuan itu terkait proyek PLTU Riau-1,”katanya.

Hanya, Fadli tidak menjelaskan secara rinci apakah Sofyan mengetahui ada bagi-bagi uang di proyek tersebut.”Intinya ada pertemuan dengan Sofyan Basir saat itu terkait pembahasan proyek pembangunan PLTU Riau-1 dan semuanya juga sudah disampaikan Bu Eni ke penyidik,” ujarnya.

Disinggung soal peran mantan ketua DPR Setya Novanto (SN), Fadli menjelaskan bahwa Setya-lah yang mengenalkan Eni ke Johannes B. Kotjo. “Pak SN yang mengenalkan Bu Eni ke Pak Kotjo. Pak SN juga yang menyuruh Bu Eni untuk mengawal Pak Kotjo untuk menggarap Proyek PLTU Riau-1 ini,”paparnya.

Berarti Setya tahu soal bagi-bagi uang di proyek ini? “Ya pasti tahu, kan dia yang mengenalkan Eni ke Kotjo. Dia juga yang suruh Bu Eni mengawal proyek dan mengatur pembagiannya,” tegasnya Fadli.

Sekadar diketahui, Kotjo adalah pemegang Saham PT Blackgold Natural Resources.  Kotjo merupakan salah seorang tersangka dalam kasus tersebut. Kotjo diduga telah memberikan suap sebesar Rp 6,25 miliar kepada Eni Saragih guna memuluskan langkah PT Blackgold untuk bergabung ke dalam konsorsium proyek pengerjaan proyek PLTU Riau-1 yang bernilai USD 900 juta. Selain itu, Kotjo pun menjanjikan uang sejumlah USD 1,5 juta kepada Eni dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham yang juga sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. 

Kemarin, Eni kembali menjalani pemeriksaan di KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Kotjo. Eni didampingi oleh pengacaranya Fadli. “Hari ini (kemarin, Red) saya diperiksa sebagai saksi untuk bapak Johannes Kotjo,” kata Eni di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9).

Eni menuturkan bahwa pemeriksaan kali ini terkait pertemuannya dengan Dirut PLN Sofyan Basir. “Terkait materi itu pendalaman-pendalaman dari pertemuan dari Kotjo dan Sofyan Basir,” tutur Eni. Eni menjelaskan bahwa dirinya akan koperatif kepada KPK.“Semuanya saya sudah sampaikan ke penyidik, tentu saya sangat koperatif,” ujarnya.  (cr-1)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #idrus-marham #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #idrus-tergerus-kasus-listrik #eni-maulani-saragih 

Berita Terkait

IKLAN