Minggu, 23 September 2018 11:56 WIB
pmk

Headline

Usai Dilantik, Datangi KPK

Redaktur:

Sembilan gubernur dan wakil gubernur hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 resmi dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). Foto: Akbar Budi Prasetia/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sembilan gubernur dan wakil gubernur hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 resmi dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, kemarin (5/9). Mereka masuk kluster pelantikan tahap pertama.

Kesembilan itu di antaranya pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum, Sumatera Utara Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah, Nusa Tenggara Timut Viktor Laiskodat - Josef Nae Soi, Jawa Tengah Ganjar Pranowo - Taj Yasin, dan Bali I Wayan Koster - Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Selain itu, ada juga pasangan gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji - Ria Norsan, Sulawesi Tenggara Ali Mazi - Lukman Abunawas, Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah - Sudirman Sulaiman dan Papua Lukas Enembe - Klemen Tinal.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri ) Tjahjo Kumolo mengatakan, pelantikan tidak bisa dilakukan secara serentak. Pasalnya, sebagaimana ketentuan UU Pemda, masa jabatan kepala daerah selama lima tahun bersifat mutlak. "Tidak boleh dikurangi satu hari ataupun ditambah satu hari," ujarnya.

Adapun kondisinya, ada beberapa daerah yang akhir masa jabatan (AMJ) gubernurnya belum berakhir. Misalnya Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru habis 17 September 2018 atau Gubernur Jawa Timur yang baru habis awal tahun 2019. Oleh karenanya, Tjahjo memprediksi akan ada pelantikan hingga lima kluster.

Tjahjo menambahkan, usai dilantik, gubernur harus langsung bekerja. Ada tiga hal yang harus dilakukan sebagai bekal awal. Melakukan konsolidasi dengan berbagai level pemerintahan untuk memastikan program yang direncanakan bisa terlaksana. Di samping itu, berkomunikasi dengan Forkompinda yang meliputi DPRD, Kapolda, Pangdam, Kejaksaan, tokoh-tokoh daerah lainnya dalam rangka untuk menjaga stablitas daerah.

“Ketiga, saya mengingatkan pahami area rawan korupsi, khususnya yang menyangkut perencanaan anggaran, dana hibah, bansos, mekanisme jual beli barang dan jasa,” imbuhnya.

Sementara itu, para gubernur yang dilantik mengaku akan langsung tancap gas menjalankan tugasnya. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, sebagai langkah pertama, dirinya akan membuat grup WhatsApp (WA). Grup tersebut nantinya akan berisi walikota, bupati hingga sekda yang ada di provinsi Jawa Barat.

Usai dilantik, sejumlah kepala daerah mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Tjahjo. Kedatangan mereka dalam rangka silaturahmi.

“Silaturahmi, nanti ya selesai silaturahmi,”kata Tjahjo sebelum memasuki Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9). Selain silaturahmi, kabarnya, mereka juga meneken pakta integritas. Mereka yang datang ke KPK di antaranya adalah gubernur - wakil gubernur Sulawesi Selatan, gubernur-wakil gubernur Sumatera Utara, dan gubernur-wakil gubernur Sulawesi Tenggara. Hadir juga, gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah, gubernur -wakil gubernur Bali, dan gubernur-wakil Gubernur Jawa Barat. Selain itu ada gubernur Kalimantan Barat dan gubernur Papua. (far/cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelantikan-gubernur #gubernur-baru-datangi-kpk 

Berita Terkait

IKLAN