Sabtu, 17 November 2018 01:33 WIB
pmk

makanmakan

Temukan Inovasi Pisang Molen di Raja Molen

Redaktur:

Foto: Achmad Sukarno Hamid/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pisang goreng kekinian mulai menjamur.  Dari toping yang sederhana, hingga beragam warna.  Tentunya,  rasa yang disuguhkan pun beraneka ragam nikmatnya. Semuanya tergantung dan bahan dan cara meramunya.

Semakin kreatif, semakin banyak peminat yang akan datang dan membelinya. Tak salah, beragam inovatif kerap disuguhkan dalam menarik minta para penikmat pisang tersebut.

Raja Molen diantaranya, hidangan ringan berbahan baku pisang yang dilapisi lembar-lembar adonan dan kemudian digoreng ini menghadirkan sembilan variasi rasa, mulai Pisang Molen Original, Pisang Molen Coklat, Pisang Molen Keju, Pisang Molen Strawberry, Pisang Molen Blueberry, Pisang Molen Nanas, Pisang Molen kacang, Pisang Molen Kismis dan Molen Arab berisikan coklat keju.

Dan menu paling favorit pilihan pelanggan yaitu, coklat, original, keju & nanas. ”Pengembangan rasa ini salah satu strategi kita untuk menikmati pisang molen, berikut menarik pelanggan untuk mengkonsumsi pisang,” ujar  Mohammad Taufiq pemilik Raja Molen mengawali pembicaraan dengan Indopos.

Hidangan ini merupakan variasi dalam pengolahan dari pisang goreng. Untuk bahan sendiri tak jauh beda dengan pisang molen pada umumnya, yakni menggunakan tepung terigu protein tinggi, gram gula halus, baking powder, butir telur ayam, margarin, minyak menggoreng dan pisang.

Hanya saja, untuk menghadirkan rasa yang berbeda. Ada resep yang tak bisa dibagi. Resep ini merupakan kekuatan rasa yang menjadi andalan Raja Molen dalam membuat pelangganya setia menikmati Molennya.  ”Resepnya kita punya sendiri, dan resepnya dari turun temurun,” ujar pria yang akrab disapa Tommy itu.

Pisangnya pun tak sembarangan. Untuk membuat molen, Tommy yang menjalani usaha bersama sahabatnya Nugra Phe Anwar memilih pisang uli. Pisang ini pun didatangkan khusus dari Sukabumi.  Pemilihan tersebut dilihat dari tekstur pisang yang memang lebih besar.

”Karena secata fisik jauh,  pisang sukabumi jauh lebih besar. Kalau lampung lebih kecil dan rasanya pun terkadang mengecohkan,  ada sepet dan terkadang berubah,” jelasnya.

Kendati demikian. Proses sortir memilih pisang Uli asal Sukabumi ini tetap dilakukan. Tanpa melalui penyorteran, pihaknya khawatir bakal membuat pelanggan menemukan rasa yang beda. ”Kita pilih pisang yang terbaik, baik dari bentuknya dan kadar keasamannya, karena semakin lama pisang, rasanya beda,” katanya.

Setiap harinya raja molen menghabiskan 6 tandan pisang dengan omset sekitar Rp 2 juta perhari. Tentu saja ini menjadi pundi-pundi keungan bagi Usaha Kecil Menengah  (UKM) yang berada di kawasan Lebak Bulus 1 No. 59.

Nah mau merasakan rasanya, penikmat pisang moleh tak harus datang pisang molen ini dapat juga dibeli melalui aplikasi ojek online atau direct message di instagram @rajamolen_jakarta. ”Kami ingin mempermudah pelanggan untuk menikmati pisang molen ini tanpa harus jauh - jauh datang ke outlet kami,” terang Nugrah. (ash) 

  

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kuliner #indoposmakan-makan 

Berita Terkait

Icip-Icip Citarasa Asia

Jakarta Raya

Menu Tradisional di Hotel Berbintang

makanmakan

Mereguk Khasnya Citarasa Teh Specialty

Jakarta Raya

Berinovasi dengan Cokelat

makanmakan

IKLAN