Kamis, 20 September 2018 07:50 WIB
pmk

Hukum

Sidang Zumi, Kontraktor Akui Biayai Rumah Tangga PAN

Redaktur:

Suasana sidang mendengar keterangan saksi untuk terdakwa Gubernur nonaktif, Zumi Zola, di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola kembali menjalani sidang kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan suap, Kamis (6/9/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dalam Persidangan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan terdakwa Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola mengungkap hal baru.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/9/2018) saksi Direktur PT Arta Graha Persada Imaduddin alias Lim mengaku ia membiayai akomodasi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional yang hendak diberangkatkan ke Jakarta serta membiayai billboard untuk Zumi Zola.

"Pak Feri memanggil saya, minta tolong disiapkan akomodasi ke Jakarta untuk pengurus DPP PAN kota. Pak Feri minta saya bertemu Apif, dia yang akan menjalankan sepenuhnya, tiket, hotel, mobil rental untuk 25 orang,"kata Lim kepada jaksa KPK.

"Akomodasi itu untuk berangkat pelantikan Zumi Zola sebagai gubernur Jambi dari PAN, total seluruhnya mencapai Rp75 juta,"papar Iim

Selain itu, Iim mengakui bahwa dirinya masih membiayai sewa kantor DPD PAN senilai Rp 60 juta selama dua tahun dan membelikan ambulans, 10 sapi untuk dikurbankan atas nama Zumi dan keluarganya. Semuanya dilakukan agar adik Zumi, Zumi Laza, dijadikan Ketua DPP PAN Jambi dan demi dicalonkan menjadi Wali Kota Jambi.

"Yang minta (dibayari) Apif dan langsung diberikan ke pemilik rumah namanya Iskandar Zulkarnaen. Total sewa Rp160 juta yang Rp100 jutanya dari Apif,”paparnya

Lim menjelaskan lagi, Apif juga menyuruh dia memasang baliho Zumi Laza (Adik Zumi Zola) di 10 titik senilai Rp70 juta. "Di situ ada foto Zumi Laza karena diminta Apif lalu saya bayar ke yang punya advertising,"tambahnya.

Dalam dakwaan, Zumi Zola disebut menerima sejumlah gratifikasi, termasuk biaya akomodasi pengurus Dewan Pengurus Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Jambi saat pelantikan Zumi Zola pada Februari 2016 di Jakarta senilai Rp75 juta.

Dalam kasus ini Zumi Zola didakwa menerima gratifikasi Rp 40,477 miliar ditambah 177,3 ribu dolar AS (sekitar Rp2,594 miliar) serta 100 ribu dolar Singapura (sekitar Rp1,067 miliar) sehingga totalnya mencapai Rp44,138 miliar dan mobil Alphard serta menyuap anggota DPRD Jambi senilai Rp16,49 miliar. (cr-1)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #zumi-zola #kasus-suap-korupsi-dprd-jambi 

Berita Terkait

Zumi Minta LTR, Mengalir ke PAN Jambi

Headline

Zumi Minta LTR, Mengalir ke PAN Jambi

Headline

IKLAN