Senin, 24 September 2018 10:44 WIB
pmk

Nasional

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Investor Serbu Pasar Modal

Redaktur: Ali Rahman

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Amran Nasution.

INDOPOS.CO.ID - Kondisi ekonomi global saat ini kurang menguntungkan bagi negera berkembang atau emerging markets. Perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, sedikit banyak memiliki dampak terhadap stabilitas ekonomi di beberapa negara, khususnya negara-negara berkembang.

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Amran Nasution mengatakan, Indonesia salah satu yang terdampak imbas sentimen global yang cenderung negatif. Itu didukung dengan faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi, seperti neraca impor yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut ikut menyebabkan nilai rupiah turun terhadap dolar Amerika dan turut menyeret pasar saham di Indonesia, sehingga lesu akhir-akhir ini. ”Investasi di dalam negeri yang lesu ini dipandang oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagai momentum yang baik untuk membeli saham,” ujar Amran.

Menurutnya, kondisi pasar saat ini layaknya dua sisi mata uang yang berbeda, tergantung bagaimana investor menyikapinya. “Kondisi pasar yang sedang lesu saat ini dipengaruhi oleh banyaknya investor yang keluar dari bursa saham nasional, namun kami justru melihat ini sebagai peluang yang baik," tutur Amran.

Menurutnya, kondisi fundamental Indonesia masih sangat baik. Itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi mencapai 5,27 persen, inflasi masih terjaga di kisaran 3,2 persen. Cadangan devisa masih aman di USD 118 miliar dan peringkat surat utang negara dikategorikan investment grade.

“Momen seperti ini bisa dimanfaatkan untuk membeli barang bagus dengan harga yang murah. Tentunya dengan memastikan terlebih dahulu kondisi fundamental emiten," tambahnya.

Terhitung bulan Juli 2018, BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan kinerja investasi cukup baik. Dana kelolaan mencapai Rp 333 triliun dan peningkatan hasil investasi sebesar 13,8 persen hingga mencapai Rp 17 triliun.

Aset alokasi investasi dari BPJS Ketenagakerjaan antara lain 62 persen penempatan pada surat utang, 18,5 persen penempatan di saham, 8,5 persen pada deposito, 10 persen pada Reksadana dan 1 persen pada Investasi Langsung.

“Jika dilihat kondisi saham per hari ini, sudah mulai ada pergerakan ke arah positif di sebagian besar sektor saham. Kami rasa momen yang baik ini jangan sampai terlewat," ujar Amran.

Menurutnya, saatnya sebagai warga negara Indonesia yang baik, agar memberikan sentimen positif dan kontribusi yang baik kepada negara. ”Sebagai investor, ayo kita dukung pasar dalam negeri dengan masuk ke pasar saham saat ini. Dengan cara seperti ini, pasar Indonesia akan bangkit dan kembali normal,” pungkas Amran. (dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-ketenagakerjaan #amran-nasution #ekonomi-memburuk 

Berita Terkait

Wow, RT/RW juga Wajib Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Nasional

Penyandang Disabilitas Cairkan JHT dengan Mudah

Jakarta Raya

Sadarkan Generasi Millenial Pentingnya Perlindungan Dasar

Jakarta Raya

Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dapat Diskon Rawat Inap

Jakarta Raya

Pastikan Perlindungan Pekerja Konstruksi

Jakarta Raya

Sedih Campur Bahagia di Harpelnas

Jakarta Raya

IKLAN