Jumat, 16 November 2018 06:26 WIB
pmk

Nasional

Pemerintah harus Segera Antisipasi Pelemahan Rupiah

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi rencana pemerintah yang akan mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi pelemahan kurs. Akan tetapi pelemahan rupiah terkesan kurang diantisipasi pemerintah.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah dapat diprediksi sebelumnya dengan melihat ekspektasi pasar terhadap kenaikan bunga acuan bank sentral AS, Fed Fund Rate (FFR) yang naik beberapa kali sejauh ini, termasuk adanya permasalah perang dagang AS dan Cina.

"Pemerintah harus memberi perhatian ekstra terhadap terpuruknya rupiah dan segera mengambil langkah-langkah penanganannya secara tepat, mencari solusi yang benar-benar solutif," tegas Gus Yaqut, sapaan akrabnya dalam keteranganmya di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

GP Ansor berpandangan, secara ekonomi internasional ada tiga hal yang harus menjadi landasan pemerintah dalam mencari solusi atas krisis ini. Pertama, industrializing industry, yakni industri yang melahirkan industri lagi seperti membuat mesin, teknologi informasi.

"Artinya, jangan hanya fokus pada industri yang membuat produk habis pakai saja," tandas Gus Yaqut.

Kedua adalah export promotion. Maksudnya, industri-industri unggulan dan produk-produk unggulan harus menjadi prioritas untuk diekspor. "Bahkan dilakukan promosi besar-besar terhadap produk yang laku dan layak dijual di luar negeri," imbuh Gus Yaqut.

Yang ketiga, lanjut Gus Yaqut, adalah import substitution. "Lakukan mapping mana produk-produk impor yang bisa disubstitusi, mana yang tidak bisa dengan melihat kapasitas industrinya. Dulu, misalnya, menjual pesawat Nurtanio untuk ditukar dengan beras. Terhadap produk seperti ini kalua perlu pemerintah kasih insentif. Tapi jika belum bisa disubstitusi, maka harus mempertimbangkan substitusi impornya dalam konteks global supply chain," terangnya.

Yang juga penting dilakukan, Gus Yaqut mengatakan, pemerintah harus memikirkan skenario terburuknya agar situasi terburuk tidak terjadi. Maka dari itu yang harus diselesaikan adalah masalah ekonomi dulu daripada menjaga citra pemerintah saja.

Lebih jauh lagi ia menuturkan, sudah semestinya tugas mengatasi gejolak rupiah itu pemerintah, sementara rakyat hanya membantu. Jangan jadikan rakyat yang hanya bersifat membantu kemudian menjadi aktor utama dalam penyelesaian pelemahan rupiah.

“Oke, rakyat akan melakukan imbauan tersebut, tapi pemerintah juga harus menunjukkan langkah konkret mengatasi masalah ini. Pemerintah juga harus merangkul semua eleman bangsa untuk bersama diajak mencari solusi dari krisis ini,” cetus Gus Yaqut.

Gus Yaqut mengatakan, rakyat menunggu langkah konkret pemerintah dalam mencari solusi atas anjloknya rupiah karena dampaknya sangat besar. Yaqut tidak bisa membayangkan jika rupiah sampai melompat ke angka Rp 20.000. Saat ini saja dunia usaha dan rakyat sudah berat. Harga-harga pasti akan naik. Harga produk yang berbahan baku impor juga melambung. “Tempe mahal karena kedelainya diimpor. Beras, garam juga impor,” pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #rupiah-terpuruk #gp-ansor #yaqut-cholil-qoumas 

Berita Terkait

Ketum GP Ansor Tanggapi Santai Bubarkan Banser

Headline

GP Ansor Curiga Paham HTI Bangkit

Nasional

Kirab Satu Negeri Pupuk Rasa Kebangsaan

Nusantara

IKLAN