Selasa, 20 November 2018 09:07 WIB
pmk

Total Football

Catatan Buruk The Young Warriors

Redaktur:

SERING BOBOL-Kiper PS Tira Syahrul Trisna gagal membendung bola tendangan pemain Persib Bandung Patrich Wanggai di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (30/7). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

INDOPOS.CO.ID - Kebobolan 44 gol dalam 20 laga jelas menjadi catatan buruk bagi PS Tira. Statistik itu menjadikan The Young Warriors sebagai tim Liga 1 yang paling banyak kebobolan. Jumlah itu lebih banyak delapan gol dari PSMS Medan sebagai tim dengan kebobolan terbanyak kedua.

Musim ini, performa lini belakang PS Tira memang kurang meyakinkan. Tercatat, sudah lima kali mereka kebobolan empat gol dalam satu laga. Yakni, kala bersua Persebaya Surabaya (13/4), PSM Makassar (21/4), Bhayangkara FC (4/5), Persela Lamongan (28/5) dan Sriwijaya FC (6/7). Dalam lima laga itu, mereka selalu kalah.

Bahkan, PS Tira pernah dihajar Persija Jakarta lima gol tanpa balas (8/6). Itu sekaligus menjadi kekalahan terbesar tim yang dulu bernama PS TNI itu dalam musim ini. Kebobolan banyak gol membuat mereka kini nyaman di posisi ke-16 atau zona merah dengan 21 poin. Hanya terpaut dua poin dari PSMS Medan di posisi buncit.

Modal yang sangat kurang bagus jelang laga kontra Persebaya (11/9). Sejatinya, pembenahan di belakang terus dilakukan. Bahkan, dalam bursa transfer, PS Tira mendatangkan bek asal Trinidad dan Tobago, Radanfah Abu Bakr. Ia menggantikan posisi bek asal Korsel Kim Sang Min yang dicoret.

Nyatanya, kedatangan Abu Bakr belum juga membuat kokoh lini pertahanan. Dia sudah bermain dalam tiga laga. Mencatatkan 12 intersep dan 16 sapuan. Tapi, dalam tiga laga itu, PS Tira sudah kebobolan delapan gol. “Memang masih ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan,” kata Pelatih PS Tira Nil Maizar.

Meski secara taktikal lini belakang masih mengkhawatirkan, namun mantan pelatih Semen Padang itu tetap pede. Sebab, usai melakoni training center Cianjur, kondisi pemain dinilai kian oke. “Ada progres yang cukup besar, terutama soal mental,” katanya.

Selain itu, usai TC, performa lini belakang mulai membuatnya yakin. “Ada peningkatan saat bertahan. Juga soal menyerang ke bertahan,” tambah Nil.

Performa lini belakang memang perlu ditingkatkan. Sebab, Persebaya punya striker tajam dalam diri David da Silva. Pemain asal Brasil itu sudah mengemas 11 gol bagi Green Force –julukan Persebaya. “Dalam sisa waktu ini kami bisa mengasah strategi. Sehingga pada pertandingan nanti (lawan persebaya) semua sudah siap,” tegasnya. (gus/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ps-tira 

Berita Terkait

Temani Hyun Koo Agar Ofensif

Liga Indonesia

Sriwijaya Fokus Lolos Zona Degradasi

Liga Indonesia

Barito Putera Akhirnya Menang Juga

Liga Indonesia

Persaingan Papan Bawah Liga 1 Kian Sengit

Liga Indonesia

Jamu PSIS, Kans PS Tira Keluar dari Zona Merah

Liga Indonesia

Izin Tak Keluar, Laga PSMS Ditunda

Liga Indonesia

IKLAN