Sabtu, 17 November 2018 02:07 WIB
pmk

Internasional

Gempa Bumi Susul Badai Jebi

Redaktur:

HANCUR - Gempa bumi menghancurkan bangunan di Kota Abira, Hokkaido, Jepang, kemarin. JAPANTIMES.CO.JP

INDOPOS.CO.ID – Bencana itu datang bertubi-tubi. Setelah Pulau Shikoku dan Honshu disapu badai, kini giliran Pulau Hokkaido yang diguncang gempa bumi. Sedikitnya, sembilan orang dilaporkan tewas dalam bencana tersebut. Sementara itu, 33 orang hilang dan lebih dari 300 lainnya luka-luka akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter (SR) itu kemarin (6/9).

Kemungkinan besar jumlah korban jiwa meningkat. Sebab, tim SAR belum sempat mengecek bangunan-bangunan yang ambruk. Terutama rumah-rumah warga. Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe mengerahkan 25 ribu personel militer ke lokasi bencana. Mereka membantu tim SAR dalam misi penyelamatan.

’’Kami imbau warga memperhatikan aktivitas seismik dan curah hujan. Jangan pergi ke tempat yang berbahaya,’’ tutur Toshiyuki Matsumori, salah seorang petugas Badan Meteorologi Jepang, seperti dilansir BBC. Dia menjelaskan, setelah gempa utama, biasanya ada gempa susulan dalam waktu dua atau tiga hari kemudian. Meski namanya gempa susulan, kekuatannya belum tentu lebih lemah dari gempa utama.

Menurut Reuters, guncangan pertama terasa sekitar pukul 03.08 waktu setempat. Pada pukul tersebut, sebagian besar penduduk sedang terlelap. Jika diukur dengan skala intensitas seismik Jepang, kekuatan gempa mencapai Shindo (derajat getaran). Episentrum gempa kemarin berada di wilayah tenggara Sapporo. Kedalamannya berkisar 40 kilometer dari permukaan laut.

Pusat gempa yang tak terlalu dalam itu membawa dampak yang luar biasa. Perbukitan di dekat kota Atsuma longsor dan menimbun ladang serta rumah-rumah di bawahnya. Kemarin Hokkaido Electric Power Co sempat memadamkan listrik sementara untuk mencegah korban jiwa. Akibatnya, sekitar 5,3 juta penduduk terpaksa bertahan tanpa listrik. Mereka juga terpaksa berdiam diri di rumah atau tempat penampungan karena sarana transportasi listrik tak beroperasi. Lampu-lampu jalan juga mati.

Pemadaman itu berdampak besar bagi rumah sakit. Para dokter terpaksa menunda jadwal operasi pasien mereka. Kondisi pasien-pasien yang bergantung pada alat-alat penopang hidup pun bertambah parah. Nyawa seorang bayi di salah satu rumah sakit Sapporo terancam karena alat bantu pernapasannya mati.

Listrik baru menyala sekitar 12 jam kemudian. Itu pun hanya di sebagian Sapporo dan Asahikawa. Sebab, ada kerusakan serius pada pembangkit Tomato-Atsuma yang menyuplai lebih dari separo kebutuhan listrik penduduk Hokkaido. ’’Kira-kira butuh waktu sepekan untuk memperbaikinya,’’ ujar Menteri Industri Hiroshige Seko. (sha/c20/hep/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-bumi #cuaca-ekstrem 

Berita Terkait

Tanah Labil, Rawan Gempa Bumi

Megapolitan

Kota Palu Terbanyak Korban Meninggal Gempa Sulteng

Headline

Pascagempa Sulteng 4 Daerah Masih Terisolasi

Headline

Yang Tersisa dari Musibah Tsunami di Sulawesi Tengah

Nasional

BNI Bangun 400 Huntara di Daerah Bencana

Nusantara

IKLAN