Senin, 19 November 2018 02:00 WIB
pmk

Lifestyle

Biaya Mahal, Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung 40-50 Persen

Redaktur:

EDUKASI- Seorang pengunjung mencoba melihat embrio melalui mikroskop pada pameran Fertility Science Week yang digelar Morula  IVF Indonesia di Central Park, Jakarta Barat. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Morula IVF Indonesia, bagian RSIA Bundamedical Healthcare System yang fokus dalam pengembangan klinik fertilitas di Indonesia menggelar pekan edukasi terkait masalah fertilitas dan bayi tabung. 

Kegiatan ini dilakukan untuk menjawab ketidaktahuan masyarakat mengenai  fertilasi atau program bayi tabung juga infertilitas (kemandulan) dan pencegahannya.

Kegiatan bernama Fertility Science Week 2018 "Journey of making dreams come true" itu digelar pada 6 hingga 9 September 2018 di Central Park Mal, Jakarta Barat. Acara ini termasuk merayakan hari jadinya yang ke-20, Morula IVF Indonesia, salah satu klinik bayi tabung terbesar di Asia Tenggara.

Selama 20 tahun, Morula IVF telah berhasil melahirkan 3 ribu bayi tabung. Klinik ini juga berkontribusi sebanyak 40 persen dari layanan program tabung di seluruh Indonesia.

''Ini kesempatan yang baik bagi keluarga untuk membawa anak-anaknya belajar ilmu dan sains di balik program bayi tabung. Ada mikroskop dan jas laboratorium untuk belajar dan berfoto sebagai ilmuwan bayi tabung. Juga ada tersedia Virtual Reality Experience untuk masuk ke dalam laboratorium bayi tabung,'' kata Ivan Rizal Sini, Presiden Morula IVF, pada pembukaan acara, di Central Park Mal, Grogol, Jakarta Barat, Kamis (6/9).

Selama empat hari, Morula IVF mengadakan talkshow dan demo soal kecantikan, kesehatan, parenting sampai tips mengatur keuangan bagi keluarga. Selain talkshow, ada juga berbagai lomba untuk anak, booth lab, taman bermain, hingga panggung hiburan musik bersama Afgansyah Reza dan Marcell Siahaan.

''Semoga dengan adanya acara edukatif seperti ini, stigma buruk di masyarakat bisa diminimalisir. Kebahagiaan Morula adalah ketika bisa membantu banyak pasangan dalam mendapatkan anak untuk membangun kehidupan keluarga yang bahagia,'' harapnya.

Makin Banyak Pasangan Muda Cek Kesuburan

Di tempat yang sama Prof Soegiharto Soebijanto, Spog (K) dari Morula IVF Indonesia mengatakan, kesadaran pasangan muda rumah tangga untuk memeriksakan dan mendapatkan informasi tentang program fertilitas atau kesuburannya, demi mendapatkan keturunan atau momongan, dewasa ini sudah semakin tinggi.

Konsultasi oleh pasangan di bawah 35 tahun ke bawah, sudah menjadi kelaziman. ''Kesadaran pasangan muda untuk melakukan konsuler untuk mendapatkan keturunan atau momongan saat ini sudah jauh bergeser ke pasangan muda. Bahkan ada pasangan di bawah usia 30 tahun, yang memeriksakan kesuburan mereka, meski usia perkawinan mereka baru memasuki tahun ke dua,'' ujarnya.

Kecenderungan ini, jelasnya, berbanding terbalik dengan keadaan sepuluh tahun lalu. Di mana pasangan rumah tangga baru mendatangi dokter kandungan, atau lebih spesifik embriologist atau ahli embrio untuk memeriksakan kesuburan mereka, di atas usia 40 tahun. Atau saat usia perkawinan mereka sudah lebih dari lima tahun.

''Padahal faktor usia di luar gaya hidup, memegang peranan penting untuk mendapatkan keturunan. Meski selama 'pabriknya bagus' Insya Allah, keturunan tetap bisa didapatkan. Meski untuk itu banyak faktor pendukungnya,'' jelasnya.

Morula IVF Indonesia diakui sebagai tiga besar klinik bayi tabung terbesar di Asia Tenggara. Morula IVF Indonesia mempunyai 3.600 siklus program bayi tabung atau tersibuk di Indonesia. Di Vietnam ada klinik yang mencapai 7.000 siklus, di Tiongkok program bayi tabung lebih besar lagi.

Dia menambahkan, meski biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti program bayi tabung di kliniknya relatif tidak murah. Meski begitu, pihaknya juga tidak berani menjanjikan keberhasilan 100 persen.

''Kita tidak bisa menjanjikan keberhasilan, karena angka keberhasilan kehamilan kami 40 - 50 persen. Itu sudah melampaui batas terendah sebesar 35 persen untuk ukuran internasional. Tapi kalau diulang-ulang programnya, keberhasilannya bisa mencapai angka 50-75 persen,'' tukasnya. (dew)

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #bayi-tabung #gaya-hidup 

Berita Terkait

Budayakan Hidup Sehat Sejak Dini

Jakarta Raya

Nyeri Sendi Rutin, Waspada Sarkoma

Jakarta Raya

Entaskan Gizi Buruk dengan Kacang Hijau

Jakarta Raya

Kulit Licin Kinclong dengan Volite

Jakarta Raya

Investasi Emas Kini Makin Mudah

Jakarta Raya

Cek Kepadatan Tulang di Usia 40 Tahun

Jakarta Raya

IKLAN