Rabu, 21 November 2018 09:32 WIB
pmk

Lifestyle

Komunitas Pasar Lomba Menyeduh Kopi

Redaktur:

HOBI- Perlombaan menyeduh kopi dengam tema "Fun Brewing" di Pasar Santa. Foto: Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Kopi semakin dicintai masyarakat. Seperti yang dilakukan para pecinta yang juga tergabung dalam komunitas kopi Santa, Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan berlomba menyeduh kopi secara manual. Hasilnya, citarasa kopi yang seimbang (balance) dan aroma yang nikmat menjadi penilaian dalam lomba kopi tersebut. 

"Perlombaan menyeduh kopi dengam tema "Fun Brewing" Kamis Santa diikuti 25 peserta kedai kopi yang ada di internal Pasar Santa. Kita rencanakan sudah lama, sedangkan pemilik sibuk dengan kedainya masing-masing. Sekaligus tujuan dari kegiatan lomba menyeduh kopi ini sebagai ajang silaturahmi agar kami bisa saling kenal," terang Ikhsan, 40, pemilik kedai Kamar Coffe sekaligus penggagas kegiatan lomba meracik kopi, Kamis (6/9). 

Ikhsan menambahkan, ada tiga juri yang melakukan penilaian, salah satunya juri tamu dari luar. Kemudian, ada roastingnya, ada pelaku kopi, penikmat kopi bahkan pedagang kopinya. "Kita ingin Pasar Santa menjadi pusatnya kopi di Jakarta," katanya didampingi Kepala Pasar Santa, Ahmad Subhan. 

Radiyana, 45, salah satu pemilik kedai GayoBies Kopi menambahkan, mengkonsumsi kopi di Indonesia ini masih kurang. Di Eropa saja, perkepala meminum kopi 2 gelas sehari. Namun demikian, diakuinya sekarang ini animo kecintaan anak muda ke kopi juga sudah banyak. 

Jadi dia berharap, ke depan Pasar Santa menjadi pasar kopi di Jakarta. Seperti halnya kalau melihat Pasar Pramuka maka orang akan beramsumsi jika di Pasar Pramuka adalah pasar yang menjual beragam alat-alat kesehatan dan juga obat-obatan. 

Ikhsan menuturkan, untuk saat ini lomba menyeduh kopi masih internal hanya pedagang kopi di Pasar Santa saja dan belum dibuka untuk umum. "Selanjutnya akan kita buka perlombaan untuk umum di Jakarta. Kedepan kita akan buka skala lebih besar lagi lomba 'Barista' untuk umum," ujar Ikhsan, seraya menambahkan,  ingin lebih men-Jakarta, sudah saatnya Santa besar lagi. 

Win Qertoev selaku juri luar yang juga Petani dan Pengurus Asosiasi Kopi di Indonesia menjelaskan, di sini teknik seduh manual (kopi) yang akan dilihat, dirasakan dengan mencium aroma kopi. Tak lain untuk melihat karakter kopi yang dilombakan tersebut. 

"Jangan sampai gagal menyeduh. Jika salah seduh maka akan keluar rasa pahit atau sepet. Citarasanya tidak seimbang (balance). Atau mungkin salah ratio sehingga akan gagal. Rasa tidak saling tabrakan. Misal tingkat pahitnya 5 dan manisnya 5 itu yang disebut balance," ulasnya. 

"Jadi bagaimana hasil akhirnya menyeduh kopi, ini teknik yang kita ambil," tambahnya. 

Perlu diketahui, dari informasi yang diterima, hampir 90 persen kopi Indonesia terekspor ke Eropa, Amerika, Asia. "Negara-negara Timur Tengah juga menyerap kopi kita," tukasnya. (ibl) 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #komunitas-pecinta-kopi 

Berita Terkait

IKLAN