Minggu, 23 September 2018 03:41 WIB
pmk

Kesehatan

Bersihkan Luka Jangan Pakai Alkohol

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: Ist

INDOPOS.CO.ID – Hampir semua orang pasti pernah mengalami kecelakaan kecil, seperti terjatuh kemudian menimbulkan luka. Memang, luka yang ditimbulkan tidak terlalu serius. Tetapi, jika penanganannya tidak tepat bisa berakibat fatal.

Nah, diantara banyak tempat, rumah justru kerap menjadi tempat kejadian perkara kecelakaan. Terlebih soal terjatuh dan terbentur yang  paling sering terjadi pada anak-anak.  Hal itu dituturkan oleh Tomasz Schwarzt, Marketing Director PT Beiersdorf Indonesia.

''Luka kecil bisa terjadi di sekolah dan di rumah. Dan mungkin tidak semua orang tahu, akan tetapi 80 persen kecelakaan terjadi di rumah,'' kata Tomasz disela peluncuran Hansaplast Spray di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (5/9).

Untuk mengobati luka, alkohol biasanya jadi andalan sebelum ditangani lebih lanjut, diplester atau diberi obat. Sebenarnya sudah tepatkah memakai alkohol untuk membersihkan luka? Dokter spesialis luka tersertifikasi pertama di Indonesia, dr. Adisaputra Ramadhinara, menjelaskan, membersihkan luka sebelum ditangani lebih lanjut memang harus dilakukan.

Sebab, benda-benda asing dan kotoran yang masih menempel di luka justru berisiko menimbulkan infeksi. ''Kalau terjadi luka, peluang muncul bakteri besar. Tahap pertama ya, bersihkan dengan baik,'' tukasnya.

Dia menyarankan, membersihkan luka menggunakan cairan pembersih luka dengan kandungan antiseptik aman untuk kulit. Meski biasa dipakai sebagai disinfektan untuk membersihkan peralatan medis agar steril, alkohol tidak direkomendasikan untuk membersihkan luka.

Pembersih luka yang ia rekomendasikan adalah obat yang mengandung Polyhexanide (PHMB), zat antiseptik yang efektif dalam mengatasi infeksi dan tidak perih sehingga aman bagi kulit.

Kandungan PHMB secara alami tidak mengiritasi, tidak ada sensasi perih. Zat antiseptik tersebut memang lazim dipakai di dunia medis untuk mengobati pasien.

Obat pembersih luka yang mengandung PHMB tidak berbau atau meninggalkan noda, sehingga memudahkannya dalam menangani pasien karena keadaan luka sebenarnya tidak tertutupi bekas cairan pembersih.

Rasa perih menjadi hal biasa ketika kita membersihkan atau mengobati luka. Bahkan, ada yang mengatakan semakin perih luka saat diobati, semakin bagus untuk kesembuhan luka. Menurut dr. Adisaputra, anggapan obat pembersih luka yang semakin perih itu semakin bagus adalah sebuah mitos.

Lalu mengapa saat menggunakan obat, luka semakin perih? Dia menjelaskan, kandungan dalam banyak produk pembersih luka yang dijual bebas mengandung bahan yang bisa menyebabkan sakit perih dan meninggalkan noda.

''Bagi saya, pembersih luka yang meninggalkan noda tidak menjadi pilihan karena menutupi luka dengan warna yang bukan warna asli luka tersebut sehingga keadaan luka yang sebenarnya tidak bisa terlihat,'' ujarnya

Nah, bila seseorang terluka saat sedang di rumah di mana tak ada peralatan medis yang lengkap, lebih baik bersihkan dengan air ketimbang alkohol. Paling optimal dengan pembersih khusus, tapi minimal cuci dengan air, setidaknya untuk membuang kotoran dan benda asing. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN