Selasa, 25 September 2018 04:18 WIB
pmk

Ekonomi

Rupiah Tunjukan Tren Penguatan

Redaktur:

Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden Denni Puspa Purbasari. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Rupiah menunjukan tren penguatan pada Jumat (7/9/2018). Berdasarkan data Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor), kurs tengah rupiah berada pada posisi 14.884 per dollar Amerika. Sehari sebelumnya Kamis (6/9) rupiah diposisi 14.891.

Sementara itu, Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden Denni Puspa Purbasari, dalam perbincangan di MNC Trijaya FM Jakarta, Kamis kemarin (6/9) menjelaskan Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran masuk modal asing mencapai USD 4,5 miliar Dolar AS ke Indonesia. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga solid serta peringkat surat utang pemerintah tidak masalah.

"Sehingga kita masuk dalam investment grade yang bagus atau layak investasi menurut lima lembaga pemeringkat ekonomi,” ujarnya.

Tak kalah penting adalah independensi Bank Indonesia. "Ini beda dengan intervensi yang dilakukan pemerintah Turki dan Argentina terhadap bank sentralnya, sehingga ada hambatan ketika bank sentral ingin menaikkan suku bunga, misalnya,” kata Denni.

Ia menambahkan, Pemerintah tidak bersikap santai menghadapi situasi ini. “Pemerintah sangat mawas akan hal ini, dengan menguatkan koordinasi dengan otoritas moneter dan juga Otoritas Jasa Keuangan,” urainya.

Juga tak kalah penting menurut Denni, Indonesia memiliki hubungan cukup baik dengan bank sentral negara lain seperti Jepang, China, Korea Selatan, dan Australia.

“Kita punya bilateral soft arrangement, jadi saat misalnya kita butuh dolar, kita bisa minta bank sentral negara-negara itu untuk memback-up, walaupun cadangan devisa kita saat ini ada 118 Milar Dolar AS,” jelas doktor ekonomi lulusan University of Colorado itu.

Denni menambahkan, pemerintah menahan harga BBM sejak tahun lalu demi menjaga daya beli masyarakat terjaga, termasuk dengan meningkatkan subsidi untuk solar serta efisiensi Premium oleh Pertamina.

Terkait fluktuasi nilai rupiah terhadap Dolar AS, Denni mengingatkan, bahwa sebagai negara pengekspor minyak dan beberapa komoditas lain, pemerintah juga mendapatkan mendapatkan windfall berupa kenaikan PNBP. “Keuntungan ini antara lain digunakan untuk mensubsidi solar agar dapat menstimulasi produktivitas di bidang industri khususnya transportasi barang dan jasa," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #rupiah-melemah 

Berita Terkait

IKLAN