Selasa, 20 November 2018 09:08 WIB
pmk

Internasional

Solidaritas ”Arrest Me Too” Meluas

Redaktur:

PRIHATIN - Awak media di Myanmar berunjuk rasa dengan tagar ”Tangkap Saya Juga” bentuk solidaritas terhadap jurnalis Reuters yang dipenjara. NEWSWEEK.COM

INDOPOS.CO.ID - VONIS penjara tujuh tahun untuk Kyaw Soe Oo dan Wa Lone, jurnalis Reuters, memantik reaksi keras media Myanmar. Mereka menggelar aksi solidaritas di dunia maya dan nyata. Tagar #ArrestMeToo bertebaran di internet. Sedikitnya dua media cetak memunculkan keprihatinan pada halaman depan. Tanpa foto A dan tanpa warna.

”Kalau wartawan ditangkap karena mengumpulkan data dan nomor kontak, maka tangkap saya juga.” Begitu bunyi pesan bertagar #ArrestMeToo yang beredar di Twitter dan Facebook seperti dilansir The Guardian. Bukan hanya jurnalis, sebagian besar pengguna internet menggunakan tagar tersebut dalam unggahan status atau pesan mereka sebagai wujud solidaritas.

Kemarin (6/9) harian 7Day Daily terbit tanpa foto A. Sebagai gantinya, koran itu menghadirkan kotak hitam pada bagian yang seharusnya menjadi lokasi foto A. Media lain, Myanmar Times, halaman depannya didesain tanpa warna. Hitam putih. Foto Kyaw mendominasi sampul koran berbahasa Inggris tersebut.

Tidak hanya itu. Myanmar Times juga menampilkan kartun pisau yang menusuk koran. Di bawah gambar tersebut terdapat tulisan who’s next. Pertanyaan itu bernada satire yang menantang pemerintah. Harian tersebut menanyakan siapa jurnalis berikutnya yang akan menjadi korban.

Kemarin para pekerja media Myanmar juga berunjuk rasa. Mereka memprotes kebijakan ketat pemerintah tentang sensor. Mereka juga menuntut Kyaw dan Wa dibebaskan. Tidak ada teriakan dalam aksi damai itu. Para demonstran hanya bersila sambil memegang poster Kyaw dan Wa. ”Kami khawatir jadi korban berikutnya,” ujar Min Nyo, jurnalis yang berdemo di Kota Pyay. (bil/c10/hep/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #militer-myanmar #demontrasi #rohingya 

Berita Terkait

Militer Myanmar Palsukan Foto di Buku

Internasional

Facebook Bekukan AkunPendukung Genosida

Internasional

Junta Militer Myanmar Lakukan Genosida

IKLAN