Sabtu, 17 November 2018 08:31 WIB
pmk

Nasional

Perkuat Rupiah, Genjot Ekspor Produk BUMN Industri Strategis

Redaktur:

Deputi Menteri BUMN bidang pertambangan industri strategis dan media Fajar Harry Sampurno

INDOPOS.CO.ID- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen mendorong ekspor produk BUMN yang bergerak di bidang industri strategis. Hal itu untuk  memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Adapun BUMN industri strategis yang pada tahun ini berkomitmen mengekspor produknya yakni PT Pindad (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Industri Kereta Api/INKA (Persero), PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

"Komitmen ekspor tersebut akan tetap kami jaga demi mendukung penguatan Rupiah. Di sisi lain, ini menjadi kebanggaan bagaimana produk BUMN diakui oleh dunia," ujar  Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (7/9/2018)

Pada tahun ini, Pindad memproyeksikan dapat mengekspor produk senjata, munisi dan kendaraan tempurnya ke Thailand, Brunei, Myanmar, Korea Selatan, Perancis serta untuk mendukung misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Nilai yang ditargetkan dalam ekspor ini mencapai Rp 78 Miliar. Adapun PT INKA yang telah memiliki kontrak ekspor kereta dengan Filipina dan Bangladesh dengan nilai masing-masing mencapai Rp 1,36 Triliun dan Rp 126 Miliar.

Lalu, PT Krakatau Steel menargetkan ekspor baja hot rolled coil ke Malaysia dan Australia akan mencapai Rp 907 Miliar pada 2018. Serta Barata Indonesia yang akan mengekspor komponen perkeretaapian ke Amerika, Afrika dan Australia dengan target nilai mencapai Rp 210 Miliar.

"Ada pula PT Dirgantara Indonesia yang berkomitmen ekspor pesawat terbang jenis NC212i ke Filipina dengan nilai PHP 813 juta dan CN235 ke Vietnam dengan nilai USD 18 juta," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bumn #rupiah-melemah 

Berita Terkait

Ini Cara BUMN Memperingati Hari Pahlawan

Headline

Cadev Ancam Rupiah

Nasional

BUMN Realisasikan 1.500 Huntara di NTB

Ekonomi

BUMN Kebanjiran Pelamar Kerja

Ekonomi

BUMN Teken Investasi Bernilai Rp 200 Triliun

Ekonomi

IKLAN