Senin, 24 September 2018 02:47 WIB
pmk

Banten Raya

Lebak Kembali Gelar Festival Multatuli

Redaktur:

PENYERAHAN- Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menerima surat dukungan dari Gerindra. GINTING/DOK/INDOPO

INDOPOS.CO.ID - Festival Seni Multatuli (FSM) kembali digelar dari tanggal 6-9 September 2018 ini. Lewat festival ini, diharapkan semangat Multatuli mampu ditularkan kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lebak dalam memerangi penjajahan baru dalam wujud kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan.

Saat membuka Festival Seni Multatuli (FSM) 2018, di Aula Museum Multatuli, Rangkasbitung,Kamis (6/9), Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan FSM 2018 merupakan bagian dari potongan puzle untuk meneguhkan komitmen sekaligus ikhtiar masyarakat Lebak untuk berjuang bersama mencapai kesejahteraan bagi masyarakat.

“Setelah peresmian museum ini 1 Februari 2018 lalu, saya punya mimpi besar yang mungkin terlampau ambisius, yakni menjadikan Museum Multatuli sebagai museum anti kolonial pertama di Indonesia,” ujar Iti di hadapan Dubes Belanda dan Dirjen Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Sementara Direktur Jenderal Kebudayaan RI, Dr  Hilmar Farid memberikan apresiasi kegiatan FSM 2018. ”Gagasan Multatuli mengenai kemerdekaan, harmoni, kesederajatan, keberagaman dan kemanusiaan harus mampu dimanifestasikan dalam laku lampah dan hubungan antar sesama. Kita mungkin tidak lagi berhadapan dengan musuh yang menggenggam senjata, tetapi musuh kita hari ini adalah egoisme, matereialis dan individualis,”ujar Hilmar.

Dikatakan, melalui acara ini dengan berbagai kemasan yang ditampilkan, diarahkan untuk tumbuh dan berkembang sifat menghargai nilai-nilai humanisme, kemanusiaan yang inklusif. “Lewat kegiatan ini diharapkan semua memandang perbedaan sebagai sebuah rahmat dan kekayaan bangsa, dan bukan justru menjadi alasan kita untuk terpecah” tuturnya.

Hilmar menambahkan, bahwa event yang akan diangkat dalam program Indonesia harus mampu menampilkan objek kemajuan kebudayaan berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan, secara orsinil dan mempunyai karateristik berbeda dengan even-even yang lain.“Kita lihat saja, jika acara ini sukses maka akan kita laksanakan tiap tahun,” cetusnya.  (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #festival-multatuli 

Berita Terkait

IKLAN