Jumat, 21 September 2018 11:22 WIB
pmk

Headline

Suap PLTU Riau-1, Salah Satu Pengurus Partai Kembalikan Uang Rp 700 Juta ke KPK

Redaktur:

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

INDOPOS.CO.ID - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan adanya pengembalian uang dari salah satu pengurus Partai Golkar, terkait dengan kasus PLTU Riau-1.

“Jadi kami konfirmasi memang benar ada pengembalian uang tersebut. Pengembaliannya dilakukan bukan hari ini. Saya kira kemarin atau lusa atau dua hari yang lalu, pengembalian uang tersebut dengan nilai sekitar Rp 700 jutaan dan keterangan-keterangan yang diberikan kemudian uang tersebut dilakukan penyitaan dan masuk dalam berkas perkara ini,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

KPK dalam hal ini sangat menghargai ketika ada sikap kooperatif dan keinginan untuk memberikan bukti-bukti yang terkait dengan kasus yang sedang di tangani KPK.

“Tentu saja KPK menghargai ketika ada sikap kooperatif dan keinginan untuk memberikan keterangan meskipun sejauh ini  yang di akui sekitar Rp 700 jutaan dan kemudian dikembalikan kepada KPK. Ini akan menjadi salah satu bukti penguat dalam konteks penyidikan yang dilakukan KPK untuk menelusuri arus uang terkait PLTU Riau-1,”jelas Febri.

Namun Febri belum bisa menyampaikan siapa yang mengembalikan uang tersebut ke KPK.

“Kami tidak bisa sampaikan saat ini karena proses penyidikan masih sedang berjalan, detailnya belum bisa kami sampaikan, yang bisa kami konfirmasi dulu saat ini adalah benar ada proses pengembalian uang tersebut,”ujarnya

Saat ditanyakan apakah pengembalian uang itu atas nama Partai atau pribadi, Febri mengatakan uang tersebut dikembalikan dari salah satu pengurus partai.

“Ada salah satu pengurus yang mengembalikan. Tidak bisa disampaikan lebih rinci,”kata Febri.

Namun begitu, apakah KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap kader partai politik yang mengembalikan uang tersebut? Febri menjelaskan kami akan telusuri terlebih dahulu bagaimana proses aliran dana Rp 4,8 miliar (fee Eni dalam kasus suap proyek Pembangunan PLTU Riau-1).

“Yang dibutuhkan akan diperiksa,”kata Febri

Lanjut Febri menjelaskan, kami akan telusuri bagaimana proses aliran dana Rp 4,8 miliar tersebut. Itu yang sedang kami telusuri sampai saat ini. Kita akan lihat siapa saja yang menggunakan dana tersebut. (cr-1)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #idrus-marham #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #idrus-tergerus-kasus-listrik #kpk #febri-diansyah 

Berita Terkait

IKLAN