Rabu, 19 September 2018 06:09 WIB
pmk

Politik

Nomor Urutnya Diubah, KPU Rugikan Calon Senator Ini

Redaktur: Ali Rahman

Calon Senator Dapil DKI Jakarta, A. Syamsul Zakaria usai melaporkan ketidakberesan administrasi KPU RI ke Bawaslu. Foto: Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Di tengah polemik larangan bekas koruptor nyaleg, Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda dan hiruk pikuk pencapresan, rupanya masih ada sekelumit masalah dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) DPD RI.

Bakal calon legislatif dari daerah pilihan DKI Jakarta, A. Syamsul Zakaria merasa dirugikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Tak tanggung-tanggung, ia telah rugi puluhan juta rupiah lantaran ketidakberesan administrasi di lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Syamsul mengaku KPU Pusat telah mengubah nomor urutnya dalam Daftar Calon Sementara (DCS) yang diumumkan di media massa pada 2 September 2018. Nomor urutnya tidak sesuai dengan pengumuman yang dikeluarkan KPU DKI Jakarta.

"Dalam berita acara KPU DKI, nomor urut saya itu 21. Tapi oleh KPU justru diturunkan menjadi nomor urut 26," kata Syamsul di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (7/9).

Tak hanya itu, Syamsul pun mengaku jika namanya telah diubah oleh KPU. Jika dalam berita acara KPU DKI namanya ditulis 'A. Syamsul Zakaria', oleh KPU pusat namanya diubah menjadi 'ASyamsulZakaria'.

"Nama saya pun berubah maknanya. Padahal nama itu pemberian orang tua saya," jelasnya.

Berdasar pengakuannya, Syamsul mendapat informasi ini setelah mendapat ucapan selamat dari orang-orang terdekatnya terkait pengumuman DCS pada 2 September lalu. Dalam ucapan melalui pesan singkat, banyak orang terdekatnya yang menyebut Syamsul mendapat nomor urut 26.

"Tentu saya kaget karena ketika menandatangani berita acara KPU DKI, saya mendapatkan nomor urut 21," ujarnya.

Pria asal Sulawesi Selatan ini pun menyalahkan KPU pusat atas hal ini. Menurutnya, ia telah mencoba berkoordinasi dengan lembaga tersebut namun hingga kini belum ada tanggapan sama sekali. "Ini bukan kesalahan KPU DKI, tapi KPU pusat," tegas Syamsul.

Karenanya, ia pun telah melaporkan KPU kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas ketidakadilan yang dilakukan oleh KPU RI.

Namun, tidak hanya di situ, Syamsul juga mengancam akan melaporkan KPU ke pihak kepolisian jika nota keberatan ini tidak ditanggapi oleh KPU. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemilu-2019 #a-syamsul-zakaria #pileg-dpd-ri-2019 #caleg-dirugikan-kpu 

Berita Terkait

IKLAN