Kamis, 22 November 2018 03:30 WIB
pmk

Headline

Erick Thohir Ingin Peluk Sandi

Redaktur:

KETOK PALU – Calon Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) yang akan memenangkannya bersama Ma’ruf Amin. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Erick Thohir, ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin menjamin, tak akan menciptakan suasana perselisihan dengan kubu Prabowo - Sandiaga S Uno dalam ajang Pilpres 2019. Terlebih, Sandi merupakan karibnya sesama pengusaha. Erick menegaskan, kontestasi politik yang akan ditampilkannya adalah pola persahabatan dan politik yang bermartabat.

Ia sempat menyinggung momen hangat pelukan antara Jokowi dan Prabowo di gelaran Asian Games 2018 lalu menurut Erick, dirinya pun akan berpelukan dengan Sandi di lapangan basket.

"Kalau Pak Jokowi berpelukan dengan Pak Prabowo, ya saya juga pelukan dengan Pak Sandi di lapangan basket," kata Erick diiringi gelak tawa di Posko Cemara Menteng Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Pria berumur 48 tahun itu menegaskan, masuknya dia sebagai ketua TKN tidak akan membuat jarak hubungannya dengan Sandi. Ia menyatakan, akan profesional dalam menjabat sebagai pimpinan TKN tersebut.

"Insya Allah nggak (rusak hubungan dengan Sandi). Kalau kuncinya profesional, dalam sebuah persahabatan itu kan jangan dilihat hari ini, tapi lihat masa lalu dan masa depan," urai Erick yakin.

Ia menegaskan akan berkontestasi secara bersahabat dalam mengisi agenda demokrasi lima tahunan bangsa ini. "Kami di sini, tadi kalau dibilang bertarung, kita keberatan. Di sini kita ingin mempunyai pesta demokrasi yang bersahabat. Menunjukan kepada dunia bahwa kita bangsa besar," tegasnya.

Lantas, mengapa ia menerima pinangan Jokowi untuk menjadi ketua tim kampanye? Menurut Erick, sosok suami Iriana itu sangat gigih dalam membangun bangsa dan negara.

"Apa yang saya dapat lihat dari Pak Jokowi sendiri, kekuatan beliau sebagai hati nuraninya untuk rakyat dan untuk membangun Indonesia, itu jadi pilihan saya," ucap Erick.

Ia menegaskan, kemauannya menjadi pimpinan koalisi parpol Indonesia Kerja bukan karena melihat visi misi Jokowi saat ini. Melainkan terpengaruh pada track record Jokowi selama ini.

"Nah saya lihat ini sebuah tantangan besar. Tapi ini juga sebuah amanah yang harus memang kita laksanakan sesuai visi misi (TKN) dan tentu track record yang pernah ada di Pak Jokowi selama ini," jelas pendiri Mahaka Group itu.

Jokowi sebelumnya menunjuk pengusaha kondang, Erick Thohir sebagai Ketua TKN bakal paslon capres-cawapres Jokowi - Ma'ruf Amin.

""Ketua Tim Kampanye Nasional adalah Bapak Erick Thohir," ujar Jokowi di Posko Cemara, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).

Mantan Wali Kota Solo itu menuturkan, penunjukan pendiri Mahaka Grup itu sebagai Ketua TKN agar kombinasi TKN saling memiliki dan melengkapi. Sebab, di TKN telah banyak unsur para tokoh dari politisi, akademisi, serta profesional.

"Ini kombinasi. Kita kombinasi supaya semua bisa ikut memiliki. Jadi ada profesional, ada politisi, (akademisi) kampus kampus kan bagus," kata Jokowi.

Ketika ditanya mengenai kelebihan Erick, Jokowi hanya menyebut sosoknya sangat dikenali seluruh masyarakat.

"Saya nggak usah saya ceritakan. Semua orang tahu Pak Erick itu siapa. Dia pengusaha besar. Memiliki klub bola. Memiliki klub basket," ujar Jokowi.

Ia menambahkan, dirinya telah lama melakukan pendekatan kepada pengusaha muda, Erick Thohir. Jokowi mengaku percaya kepada sosok Erick hingga mendapuknya sebagai Ketua TKN Jokowi - Ma'ruf Amin.

"Pendekatan (dengan Erick) sudah lama sekali. Saya percaya Pak Erick untuk bekerja bersama-sama. Ini kan dekatnya tidak hanya pas Asian Games. Sebelumnya (sudah), kan tidak sekali dua kali," kata Jokowi kepada wartawan.

Jokowi mengaku tak ambil pusing meski sosok Erick dinilai buta politik. Sebab, TKN membutuhkan sosok yang bisa mengurus kampanye agar bisa berjalan dengan baik.

"Ini bukan urusan berpolitik. Ini urusan manajemen kampanye agar bisa berjalan dengan baik. Sekjen kurang apa (dalam urusan politik)," tegasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, untuk urusan politik, di TKN telah banyak para politikus hebat hingga para ketua umum Koalisi Indonesia Kerja yang didapuk sebagai dewan penasehat. Selain itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga masuk sebagai dewan pengarah TKN.

"Nanti di dewan penasehat ada ketum-ketum partai, ada Pak JK, background (mereka) panjang di politik. Sehingga ketua TKN, kita berikan pada seorang pfofersioanl muda pengusaha yaitu Pak Erick Thohir," kata Jokowi

Sementara sekarang ini, lanjut Jokowi, pihaknya belum memberikan arahan khusus kepada Ketua INASGOC tersebut. "(arahan) nanti tanya ke Pak Erick langsung, apa yang saya sampaikan, biar dia bicara sendiri," jelasnya.

Terpisah, calon Ketua Tim Sukses kubu Prabowo Subianto -  Sandiaga Uno,  Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso menyatakan, pihaknya belum akan mengumumkan tim sukses,  meski kubu lawan sudah mengumumkan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN).

"Belum fix. Kan masih lama waktunya sampai tanggal 20 September.  Jadi gak usah terburu-buru (bentuk timses),”  kata Djoko saat ditemui usai pertemuan partai koalisi Prabowo-Sandi di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara,  Jakarta Selatan, Jumat malam (7/9/2018).

Meski begitu,  dirinya menerangkan bahwa seluruh partai sudah menyerahkan sejumlah nama yang akan menjadi juru bicara ataupun jabatan tim sumses lainnya.

"Partai sudah menyerahkan nama-nama. Lagi diproses administrasi," ungkapnya.

Meski begitu,  Djoko tak menampik bahwa dirinya menjadi calon kuat ketua tim sukses kubu oposisi.  "Ya Insya Alloh saya tetap ketuanya. Tinggal nanti saja (diumumkan)," jelasnya

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Sandi memang belum diumumkan hingga kini. Bahkan pertemuan tiga parpol koalisi selama empat jam di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara,  Jumat malam (7/9/2018),  belum ada tak menghasilkan keputusan mengenai nama calon ketua TKN Prabowo-Sandi.

"Hari ini kami berkumpul sejak pukul 4 sore hanya untuk membicarakan berbagai permasalahan bangsa, khususnya terkait rupiah dan harga bahan pokok,  dan sulitnya rakyat hingga bisa makan tempe dan tahu saja," kata Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam jumpa pers bersama petinggi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Terkait tim sukses, Prabowo menegaskan, hal itu masih dalam pembahasan. Dirinya tidak ingin terburu-buru tanpa ada perencanaan yang matang. 

"Masih lama waktunya. Kan masih ada 13 hari hingga pendaftaran (ke KPU)  pada 20 (September) nanti.   Kita terus melakukan pertemuan, terus difinalisasi. Kita mau hati-hati dan mau tenang tidak grusah grusuh tanpa ada perhitungan," ucapnya.

Namun tanpa mau banyak berkomentar soal tim sukses,  Prabowo kembali melanjutkan bahwa dalam pertemuan ini telah menghasilkan sejumlah keputusan terkait permasalahan bangsa saat ini.

"Malam ini Kita sudah menghasilkan satu pernyataan politik yang lebih mendahulukan permasalahan bangsa,  khususnya bidang ekonomi dan bagaimana rupiah (terhadap mata uang Dolar AS)," tegasnya.

Apa saja keputusan politik itu? Prabowo pun meminta Cawapres Sandiaga Uno untuk membacakan empat poin atas pembahasan yang dilakukan di rapat kemarin.

"Pernyataan politik koalisi  Subianto-Sandi tertanggal 7 September. Pertama,  kami amat prihatin dengan melemahnya kurs rupiah yang berkepanjangan yang tentunya memberatkan perekonomian nasional khususnya rakyat kecil yang cepat atau lambat harus menanggung kenaikan harga harga kebutuhan pokok termasuk harga kebutuhan makanan sehari-hari rakyat kecil, seperti Tahu Tempe," ucap Sandi yang saat jumpa pers itu berada di samping Prabowo. 

Poin kedua, kata Sandi,  terkait melemahnya kurs rupiah yang berkepanjangan itu karena lemahnya fundamental ekonomi kita. Antara lain, defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi nerjalan (Current Account Deficit). 
Dan sektor manufakturing yang menurun dan pertumbuhan sektor manufakturing yang di bawah pertumbuhan ekonomi.

"Sektor manufakturing yang pernah mencapai hampir 30 persen PDB pada tahun 1997, sekarang tinggal 19 persen PDB (produk domestik bruto). Hal ini tentu mengganggu ketersediaan lapangan kerja dan ekspor kita," ucapnya.

Poin ketiga,  ujar Sandi,  melemahnya fundamental ekonomi ini tidak terlepas dari  terjadinya suatu kekeliruan dalam orientasi dan strategi pembangunan ekonomi.

"Antara lain tidak berhasilnya pemerintah dalam mendayagunakan kekuatan ekonomi rakyat sehingga kebutuhan pangan semakin tergantung pada impor seperti Beras, Gula, Garam, Bawang Putih, dll," terangnya.

Poin berikutnya,  mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini menambahkan,  Pemerintah perlu lebih waspada dan mengambil langkah langkah konkrit untuk mengatasi keadaan yang dihadapi antara lain dengan mendayagunakan ekonomi nasional untuk mengurangi impor pangan dan impor barang konsumsi yang tidak urgent, bersifat pemborosan, dan barang mewah yang ikut mendorong kenaikan harga harga bahan pokok.

"Serta mengurangi secara signifikan pengeluaran pengeluaran APBN dan APBD yang bersifat konsumtif, seremonial, dan yang tidak mendorong penciptaan lapangan kerja. Semoga Allah SWT akan senantiasa memberi taufik dan hidayahnya serta meridhoi kehidupan berbangsa dan bernegara kita," beber Sandi dalam membacakan sejumlah poin politik dalam menyikapi kenaikan nilai mata uang Dolar AS yang beberapa hari lalu sudah menembus angka Rp 15.000.

Lebih lanjut,  suami Nur Asia ini menegaskan, berdasarkan hasil dari kunjungan dirinya ke berbagai daerah,  ternyata rakyat lebih membutuhkan solusi dalam mengatasi permasalahan ekonomi. 
"Dan rakyat tidak membutuhkan nama timses," tegas Sandi kepada INDOPOS.

Hadir dalam rapat kubu oposisi tersebut antara lain,  Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang didampingi oleh Sekjen Eddy Soeparno dan Ketua DPP PAN Yandri Susanto.

Lalu ada Presiden PKS  Muhammad Sohibul Iman. Sedangkan dari Gerindra selain Prabowo-Sandi ada Wakil Ketua Umum Fadli Zon. Sayangnya dalam pertemuan itu tidak ada satu pun perwakilan dari Partai Demokrat.

"Kebetulan mereka (Demokrat) juga ada rapat yang waktunya sama sehingga tak bisa hadir," tambah Prabowo.  (dil/jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tim-kampanye-nasional #ketua-tkn-jokowi-maruf #erick-thohir #capres-jokowi #cawapres-maruf-amin 

Berita Terkait

IKLAN