Senin, 24 September 2018 01:50 WIB
pmk

Ekonomi

OJK Belum Beri Fintech Kepastian Izin Penuh

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Meskipun sudah lama terdaftar dan berusaha memenuhi segala syarat untuk meraih izin penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), banyak regulator Financial Technology (Fintech) mengeluh masih sulit mendapat lampu hijau dari OJK.

Padahal, syarat OJK dari instansi lain sebagian besar sudah bisa dipenuhi penyelenggara fintech. OJK belum juga bisa menegaskan kapak izin penuh diberikan.

Misalnya saja soal sertifikat keandalan sistem elektronik atau ISO 27001 oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo). Sekalipun sudah bisa didapatkan penyenggara fintech, OJK seakan masih bergeming dan mencari alasan baru untuk menunda memberikan izin penuh.

Seperti dirasakan Amartha, Perusahaan fintech lending telah terdaftar di OJK sejak 31 Mei 2017 tersebut, sampai kini belum memperoleh izin penuh. Padahal, ISO 27001 sudah dipegang oleh pihak penyelenggara fintech ini.

“Ketentuan dari OJK sudah bisa kami penuhi semuanya. Semuanya sudah kami lengkapi. Ya sekarang tinggal menunggulah,” ujar Direktur Amartha Mikro Fintek Aria Widyanto di Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

OJK memberi kelonggaran waktu bagi para penyelenggara dalam memenuhi ketentuan, terutama ISO 27001. Kelonggaran waktu ini bukan cuma untuk memberikan kesempatan kepada penyelenggara untuk memenuhi, melainkan karena otoritas memerlukan waktu untuk menganalisis berbagai macam dokumen yang masuk.

Tapi begitu ISO 27001 sudah diraih, ia mengaku tak mendapat kepastian dari OJK, kapan izin penuh bisa didapat. “Coba tanya ke OJK, itu bukan wewenang kami. Kami hanya menunggu,” serunya.

Hal senada diungkapkan Corporate Communication UangTeman Dimas Siregar. Ia menyatakan, UangTeman sendiri sudah memperoleh sertifikasi keandalan sistem elektronik. Audit sistemnya bahkan juga sudah menggunakan standar internasional.

UangTeman menurutnya cukup concern terhadap adanya sertifikat tersebut untuk menjamin keamanan data di dalam platform digitalnya. UangTeman sendiri merupakan salah satu penyelenggara fintech lending yang telah terdaftar di OJK sejak 21 Juni 2017.

“Kami di UangTeman selama ini memang berkomitmen untuk menjadi platform pinjaman online mikro jangka pendek di Indonesia yang cepat, aman, dan terpercaya,” kata Dimas.

Banyaknya penyelenggara fintech yang telah terdaftar di OJK selama setahun namun belum memperoleh izin resmi, dinyatakan otoritas bukan karena ketidakpatuhan mereka terhadap aturan. Sejauh ini, para penyelenggara fintech dianggap telah tertib terkait regulasi.

Hanya saja, dalam proses perizinan ini, OJK ikut memperhatikan mandat UU l harus mengurus sertifikasi dari institusi lainnya seperti Kementrian Komunikasi dan Informasi.

“Kami kan juga harus open minded, ada masalah yang bukan disebabkan oleh mereka, disebabkan oleh sistem nasional. Seperti UU ITE, kan harus mengurus sertifikat keandalan sistem elektronik,” tutur Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi di kantor OJK, Jumat (7/9/2018).

Hendrikus melihat rata-rata penyelenggara fintech membutuhkan waktu 4-6 bulan. “Jangan dilempar ke OJK, kami mengatakan perijinan akan kami keluarkan, satu syaratnya adalah mendapat sertifikat kehandalan elektronik, karena itu perintah UU,” ucapnya.

Hendrikus memastikan telah menjelaskan hal tersebut kepada para penyelenggara fintech. Proses lama karena untuk sertifikat sistem elektronik ini, dilakukan audit mendalam, misalnya dari sistem sekuriti hingga mekanisme platfomnya. “Guna mendapatkan sertifikat keandalan ini, Kemenkominfo telah menunjuk 3 lembaga sertifikasi,” tutup dia. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ojk #fintech 

Berita Terkait

Kemenko Perekonomian Siap Bantu Fintech

Nasional

Fintech Lending Bantu Salurkan Kredit Usaha Mikro

Indobisnis

Fintech Masih Kesulitan Kerjasama dengan Perbankan

Indobisnis

Regulasi Fintech Jangan Terlalu Ketat

Ekonomi

Proses Pinjam Uang di Fintech Lebih Mudah

Ekonomi

IKLAN