Rabu, 19 September 2018 08:38 WIB
pmk

Jakarta Raya

Stok Berlimpah, Beras Bulog Belum Masuk Pasar Cipinang

Redaktur: Redjo Prahananda

Stok Beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta melimpah. Pasokan beras dari wilayah yang panen terus berdatangan.

INDOPOS.CO.ID - Stok beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, melimpah. Pasokan beras dari sentra penghasil padi masih terus berdatangan di pasar tersebut. Seperti dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Pasokan beras lokal masih banyak.  Beras bulog masih kosong, belum masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang. Pedagang belum mengambil beras di Bulog sampai saat ini, kalau nanti bisa saja," ujar Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi, di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta saat menyambut kedatangan pejabat Bulog, Sabtu (8/9/2018).

Arief menambahkan, pihaknya sebegai pengelola pasar induk Cipinang, bersama seluruh pedagang pasar induk Cipinang tetap rantai pasokannya. Menurutnya, saat ini operasi pasar belum diperlukan secara massif. Sebab panen masih banyak.

"Grafik pasokan dan harga, stok hanya turun 2,4 persen. Tapi masih tinggi dari 2016, masih aman. Batas aman 25-30 ribu ton. Stok 10 ribu ton," jelasnya.

Arief menambahkan berdasarkan data, harga beras IR I Rp 11.616/kg, IR II Rp 9427/kg, Beras muncul Rp 12.103/kg dan Beras sentra I/premium rp 12.480/kg

"Saat ini pemerintah pusat dan Bulog sangat lebih siap dibanding tahun lalu. Kami apresiasi Kementrian Pertanian, saat ini beras lokal masih masuk. Juga ke Kementerian Perdagangan, karena beliau sudah siap-siap. Stok sudah ada tinggal diguyurkan kapan.
Kita jangan saling menyalahkan. Harga gabah dihargai lebih baik Rp 5.000-5500 di Jawa. Padahal Harga pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang ditetapkan pemerintah Rp 3.700 per kilogram, yang Bulog disuruh menyerapnya," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan pihaknya mengalokasikan 15 ribu ton beras untuk operasi pasar perhari. Namun untuk Jakarta, masih kecil. Operasi pasar saat ini masih 1-5 ton di pasar-pasar tradisional Jakarta.

"Kami sudah koordinasi dengan Food Station kapan akan aksi operasi pasar. Kami tidak hanya di Pasar Cipinang, tapi juga ke pasar-pasar lainnya. Kami pantau di 82 kota. Seluruh jajaran bulog sudah masif. Sampai Puncak Jaya dan Wamena. ," ujarnya.

Tri menambahkan, Bulog sudah menggelontorkan 342 ribu ton beras, pada tahun ini. "Bulog selalu antisipasi, dimana yang rawan. Biasanya saat paceklik, baru kita gelontorkan. Kami jual juga ada aturan mainnya. Secara nasional, Pasar-pasar tradisional sudah kami pasok. Untuk di Pasar Cipinang, pasokan masih 5000 ton lebih. Banyak pasokan, masih ada panen di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," jelas Tri.

Ia menambahkan stok beras di Bulog sampai saat ini 2,2 juta ton. Sampai akhir tahun masuk 2,6 juta ton beras. "Ini sudah menyebar di gudang-gudang bulog di seluruh Indonesia," pungkasnya. (dai)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #beras-bulog 

Berita Terkait

Beras Bulog Belum Masuk Cipinang

Ekonomi

IKLAN