Berantas Parkir Liar dengan Aplikasi

INDOPOS.CO.ID – Maraknya kasus parkir liar di Jakarta menimbulkan persoalan tersendiri. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov DKI mengenalkan aplikasi Siparlibasi (sistem informasi/pelaporan parkir liar berbasis aplikasi). Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat melaporkan kasus parkir liar di wilayahnya, sehingga mendapatkan respon secara cepat.

Aplikasi itu diprakarsai Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan diluncurkan Jumat (7/9), di Pusat Kebudayaan Betawi (Gedung Eks Kodim), Jakarta Timur.

Kasie Ops Sudin Perhubungan Jaktim Slamet Dahlan mengungkapkan, aplikasi bisa diunduh melalui Play Store dan Google Play.  Aplikasi itu akan menghubungkan pelapor dan admin Sudin perhubungan di kantor. Selanjutnya laporan akan disampaikan ke operator derek yang bertugas.

“Saat ini, download aja di Playstore, tulis Siparlibasi. Nanti lansung koneksi ke admin kami di kantor. Saat membuat laporan, nanti admin akan menyampaikan ke operator derek, lalu mereka langsung merespon datang ke sasaran,” kata Dahlan.

Baca Juga :

Parkir Liar jadi Masalah Baru Jakarta

Dia berharap aplikasi itu bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ingin melaporkan kasus parkir liar secara cepat sekaligus memberikan dampak efisiensi waktu pada petugas Sudin Perhubungan.

“Yang penting rantai birokrasi lebih cepat, biasanya kan harus lapor ke RT/RW dulu. Ini cepat responnya. Bagi pemerintah juga efisiensi, irit BBM dan waktu jadi gak perlu muter-muter gak karuan saat patroli,” ujar Dahlan.

Baca Juga :

Ide pembuatan aplikasi berawal dari banyaknya kendaraan yang parkir liar di wilayah Jatinegara.

Wilayah Jatinegara mulai dari Gunung Antang, Bidara Cina hingga pertigaan Eks Kodim, Kelurahan Rawa Bunga telah ditetapkan sebagai Kawasan Unggulan Tertib Kota.

“Awal idenya karena begitu banyaknya parkir liar di kawasan ini. Memang telah ada pengaduan-pengaduan via aplikasi tapi masih campur baur misalnya pengaduan Qlue kan segala macam pengaduan tumbuh jadi satu di situ. Kalau aplikasi ini fokus pada permasalahan parkir liar saja,” ujar Dahlan.

Dahlan berharap aplikasi itu bisa dikembangkan sehingga bisa digunakan oleh masyarakat secara luas.

“Ini masih pertama yang kami sebut pilot project di Jatinegara mulai dari Gunung Antang hingga pertigaan gedung Eks Kodim. Nanti ke depan harapan saya bisa 10 kecamatan di Jakarta Timur, berikutnya 5 kota administrasi, dan mungkin nasional kalau bisa,” tutup Dahlan. (ibl) 

 


loading...

Komentar telah ditutup.