Sabtu, 22 September 2018 08:55 WIB
pmk

Nasional

Travel Umrah ini Mengaku Menjadi Korban Persekusi

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Biro Perjalanan Umroh PT. Rifa Jannah Wisata (My Jannah) milik Farahdiba Panigoro, membantah tuduhan menelantarkan calon jemaah umrah.

Farahdiba mengaku menjadi korban persekusi dan juga intimidasi. Dia membeberkan kronologis alasan persekusi tersebut muncul.

Menurut dia, My Jannah tidak menelantarkan jemaah, namun memundurkan waktu keberangkatan, karena KBSA (Kedutaan Besar Arab Saudi) libur pada 10-16 Mei 2018. Praktis, perusahaan kesulitan mengurus visa para calon jamaah.

"Sesuai informasi selebaran HIMPUH dan sudah kami disampaikan ke jamaah melalui group WA dan pihak Travel dapat memproses setelah 17 Mei 2018. Namun pihak jamaah melakukan Persekusi di kantor Biro My Jannah dan mereka meminta refund," ujar Farah .

Selain mendatangi kantor My Jannah, para jemaah datang ke kediaman Farah di Jl. KHM Naim no IIIB didatangi calon jamaah sekitar 28 orang. "Saya mendapatkan intimidasi,  kekerasan dan persekusi. Barang-barang saya juga banyak batang hilang seperti jam, perhiasan dan surat-surat berharga," kata dia.

Farah menduga , muncul provokator mengkoordinir calon jamaah untuk melakukan persekusi terhadap . Hingga mereka mengajukan refund dan pembatalan keberangkatan pada tanggal 4 Juni 2018 atau dua pekan sebelum keberangkatan. 

"Kami setuju refund bila sudah melewati batas karena tidak ingin masalah dan perusahaan menanggung kerugian dari pembatalan ini,"

Prosedur refund 30 hari sebelum keberangkatan dan pengembalian refund b pada Travel My Jannah adalah 30-90 hari kerja terhitung sejak penyerahan berkas refund dan menandatangani surat refund. 

Dia menjelaskan, My Jannah sudah melakukan refund tahap pertama sebesar
Rp 30 juta di mana jemaah telah menyortkan dan sebesar Rp 62 juta . Rencana, perusahaan bakal mengembalikan sisa uang Rp 32 juta tahap dua hari Senin 10 September 2018.

Dia membeberkan kendala refund antara lain, batas transfer tiap hari sudah mencapai limit. Kemudian penjualan aset, menunggu aset terjual. 

"Menjual aset senilai miliaran rupiah di tengah pelemahan rupiah tidak mudah. Tapi masih terus kami diupayakan supaya aset cepat laku. Solusi jangka pendek, kami pakai dana talangan. Nah, sebagian dana sudah cair, " ujar dia.(ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #travel-umrah #pt-rifa-jannah-wisata-my-jannah #korban-persekusi-dan-juga-intimidasi 

Berita Terkait

Kemendagri Tingkatkan Pengawasan Travel Umrah

Nasional

IKLAN