Minggu, 23 September 2018 03:40 WIB
pmk

Politik

Jangan ‘Main 2 Kaki’, Demokrat Beri Dispensasi Kader Dukung Jokowi

Redaktur: Redjo Prahananda

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mendatangi kediaman Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Senin (30/7). Pertemuan ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Prabowo ke kediaman SBY pada Selasa (24/7) lalu. Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Partai Demokrat menyatakan bakal memberi dispensasi khusus bagi para kader bila tidak sejalan mendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Dispensasi ini masih dalam tahap pematangan di internal partai. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut, dispensasi ini kebijakan khusus partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menghadapi pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 secara serentak.

"Partai ini harus bijak terhadap semua kader, jangan sampai terjadi bentrokan dan konflik di internal," ungkap dia di Kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018).

Ferdinand menegaskan, partai masih mengkahi formul pas untuk memberikan dispensasi agar jangan sampai bermain di dua kaki.

Demokrat mustahil mengelak keinginan dari para kader di level grass root untuk mendukung Jokowi - Ma'ruf Amin. Sementara ini, dispensasi Demokrat hanya memerintahkan kader jangan masuk secara resmi di tim pemenangan.

"Mungkin itu salah satu cara kami nanti. Kalau resmi masuk di sana, seolah-olah ini berhadapan antara partai dengan kader. “

“Kalau dia bukan di tim pemenangan, tapi bekerja diam untuk memenangkan didukung secara pribadi, tidak terlalu mengganggu soliditas partai,” sambung Ferdinand.

Beberapa kader tidak sejalan dengan Demokrat mendukung Prabowo - Sandi antaralain Deddy Mizwar, Gubernur Papua Lukas Enembe, serta dua daerah lain. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #demokrat #pilpres-2019 #prabowo-subianto-sandiaga-uno #demokrat-main-aman 

Berita Terkait

IKLAN