Rabu, 14 November 2018 10:49 WIB
pmk

Nasional

GP Ansor Gelar Kirab Satu Negeri

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menggelar kirab bendera Merah Putih mengelilingi seluruh wilayah Indonesia dimulai dari lima titik pulau terluar pada Minggu,(16/9/2019).

Lima titik pemberangkatan kirab antaralain Sabang, Nunukan, Pulau Miangas, Pulau Rote, dan Merauke. Secara serentak, pada Minggu (16/9) pagi, peserta kirab sebanyak 1945 orang akan dilepas dari lima titik tersebut kemudian berjalan menuju seluruh provinsi di Indonesia.

Kegiatan bertajuk “Kirab Satu Negeri” ini direncanakan berakhir di Kota Yogyakarta pada,(26/10/2018) atau setelah menempuh waktu selama enam pekan. Pada puncak perayaan “Kirab Satu Negeri” di Yogyakarta bakal digelar Apel Kebangsaan melibatkan sekitar 100.000 anggota Banser dan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kirab bertema “Bela Agama Bangsa Negeri” ini digelar dengan tujuan memperkokoh konsensus kebangsaan di tengah berbagai kemelut dan ancaman bangsa Indonesia sekarang.

"Kirab ini bertujuan untuk mengokohkan konsensus nasional bangsa Indonesia (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945), menguatkan fungsi agama sebagai rahmah, compassion, dan sumber perdamaian, serta menjadikan Indonesia sebagai inspirasi bagi dunia dalam hal kehidupan majemuk dan damai," papar Gus Yaqut, Minggu (9/9).

Melalui kirab ini, kata dia, GP Ansor mengajak masyarakat untuk semakin memahami dan menghargai kemajemukan dan keberagaman bangsa Indonesia. Berbagai keragaman seperti suku, adat, agama, dan bahasa adalah kekayaan yang sangat berharga nilainya.

Selain itu, Kirab Satu Negeri ini juga bertujuan untuk mengajak mayoritas masyarakat (silent majority) cenderung diam agar berani bersuara menghadapi ancaman sekelompok pihak bilaningin mengubah konsensus kebangsaan, terutama mempolitisasi agama demi tujuan-tujuan politik.

“Saat ini kebhinekaan menghadapi ancaman dari kelompok yang memaksakan kepentingannya sendiri dan membahayakan keutuhan bangsa,” ungkap Gus Yaqut.

Sekretaris Jenderal GP Ansor, Abdul Rochman menambahkan, selain diikuti 1 juta kader Ansor di seluruh Indonesia, Kirab Satu Negeri juga melibatkan masyarakat umum, sejumlah tokoh nasional, tokoh lokal, dan berbagai komunitas lintas agama maupun budaya.

Komunitas sejak pelepasan di lima titik terluar hingga penutupan mencapai 1.000, sedang ormas sekitar 100.

Selain kirab bendera, jelas pria dengan sapaan akrab Adung ini, perjalanan diisi sejumlah kegiatan seperti pengibaran bendera merah putih terpanjang di Papua, bersih-bersih pantai serentak di seluruh Indonesia, menjahit 1945 meter bendera Merah Putih di tanah kelahiran Ibu Fatmawati.

Sampai, deklarasi Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional, napak tilas perjuangan para pahlawan dan ulama, berbagai kegiatan dialog kebangsaan, bakti sosial, perlombaan, pentas kesenian hingga memberi makan kucing jalanan. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gp-ansor #gp-ansor-gelar-kirab-satu-negeri 

Berita Terkait

Ketum GP Ansor Tanggapi Santai Bubarkan Banser

Headline

GP Ansor Curiga Paham HTI Bangkit

Nasional

Kirab Satu Negeri Pupuk Rasa Kebangsaan

Nusantara

IKLAN