Kamis, 20 September 2018 09:53 WIB
pmk

Nasional

Dekatkan Olah Raga dengan Teknologi demi Prestasi Indonesia di Masa Depan

Redaktur: Redjo Prahananda

Deputi III Kementerian Pemuda dan Olah Raga Raden Isnanta (keempat dari kiri).

INDOPOS.CO.ID - Generasi milenial identik dengan kehadiran teknologi dan derasnya arus informasi. Hal ini menjadi peluang bagi pelaku olah raga untuk memanfaatkan peradaban baru ini.

Olah Raga penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Olahraga selayaknya mendapatkan pendekatan teknologi dengan baik demi prestasi Indonesia pada masa depan. "Kalau tidak posisi kita bisa digulingkan negara lain karena semua berpacu dengan sport science," kata Deputi III Kementerian Pemuda dan Olah Raga Raden Isnanta, melalui keterangannya, Minggu (9/9/2018).

Isnanta meminta masyarakat untuk tidak terlena oleh fakta Indonesia negara besar dengan penduduk besar. Sebab, jika tidak melakukan pendekatan ilmiah tersebut, posisi Indonesia di tempat keempat Asian Games 2018 bisa digulingkan karena negara-negara lain berpacu dengan sport science tadi.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak terjebak oleh modal penduduk besar yang dimiliki Indonesia. Menurut Isnanta, penduduk besar kalau tidak digarap secara ilmiah membuat potensi mereka tidak teraktualisasi dengan baik. "Kita harus seperti Tiongkok, penduduk besar tapi pendekatan pembinaannya itu sport science," kata dia.

Lewat momentum Haornas, ia mengajak pendekatan secara terstruktur dan ilmiah dari usia muda. Ia meminta cabang olah raga lain mengikuti sepak bola yang menggelar kompetisi usia muda. Ajang yang digelar kemenpora ini diikuti timnas U-10, U-12, U-14, dan u-16. Di sisi lain, PSSI menggelar laga U-13, U-15 dan U17 juga. Ia menilai sepak bola mulai memetik hasil dengan pembinaan cara berjenjang itu.

"Tahun lalu pelajar kita juara di Gothia Cup. Itu Eropa, Australia, dan Asia juga ikut. Hampir kayak Piala Dunia," imbuhnya.

Ia menyinggung timnas pelajar yang berjaya pada Piala AFF U-16. Artinya, kata dia, buah pembinaan secara terstruktur itu sudah terbukti di sepak bola.

Ia meminta cabang olahraga lain melakukan hal serupa. Sebab, bila tidak, mereka akan ketinggalan. "Kita lakukan pembinaan secara berjenjang. Ya kompetisinya, ya latihannya. Ya alatnya, ya kepelatihannya secara berjenjang,"cungkapnya. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #deputi-iii-kemenpora-raden-isnanta #kemenpora-ri #olah-raga 

Berita Terkait

IKLAN