Selasa, 20 November 2018 11:24 WIB
pmk

Awas, Gula Berlebih Merusak Gigi

Redaktur:

Foto: Ist

INDOPOS.CO.ID - Kesehatan mulut masih banyak disepelekan masyarakat. Memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan salah satu merek pasta gigi memberi edukasi mengenai pentingnya melindungi kesehatan gigi seluruh anggota keluarga dari risiko yang ditimbulkan oleh gula tersembunyi.

Dokter Gigi dan Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc menjelaskan, ada banyak anatomi yang terdapat di dalam rongga mulut. Salah satunya ada gigi dan air liur.

''Bentuk anatomi gigi setiap orang berbeda, seseorang yang punya cekungan lebih dalam pada giginya rentan berlubang. Lalu seseorang yang produksi air liurnya lebih sedikit rentan gigi berlubang. Apalagi ditambah tumpukan gula tersembunyi,” katanya di Jakarta pekan lalu (5/9).

Di dalam mulut, jelasnya juga, terdapat mikroorganisme yang mengerikan. Menurut Mirah-begitu biasa drg. Ratu Mirah Afifah disapa, terdapat 20 miliar mikroorganisme yang siap mengubah gula menjadi asam dan menggerogoti gigi. ''Ada 20 miliar yang kalau kita tak sikat gigi 24 jam bisa 5x lipat lebih banyak. Gigi berlubang sangat mudah,'' jelasnya.

Semua asupan makanan minuman yang mengandung gula akan diubah mikroorganisme menjadi asam. Hal itu membuat kondisi keasaman di mulut menjadi lebih rendah. Faktor waktu pun bisa menentukan kariogenik atau kondisi pembentukan karies di mulut.

''Ketika terus menerus makan apalagi manis-manis membuat gula tersembunyi jauh lebih banyak. Tingkat keasaman bisa turun sampai 5,5 atau di bawahnya,'' tukasnya juga. Maka yang bisa diwaspadai adalah membatasi takaran asupan gula tersembunyi.

Sebab manusia tidak bisa mengurangi jumlah mikroorganisme di dalam mulut. Akan tetapi bisa mencegahnya menjadi jahat dengan rajin menggosok gigi.

Konsumsi gula berlebih ini salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan kehadiran gula tersembunyi dalam makanan dan minuman yang mereka konsumsi setiap hari.

''Makanan atau minuman yang tidak manis sekali pun dapat mengandung gula tersembunyi penyebab gigi berlubang. Gula tersembunyi ini bisa hadir sebagai tambahan dalam makanan olahan, maupun secara alami di dalam bahan makanan,'' tukasnya.

Hal ini pun dibenarkan dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK, dokter Spesialis Gizi Klinik. Dia menyampaikan, beberapa jenis makanan dan minuman yang dianggap sehat pun ternyata tidak luput dari kandungan gula tersembunyi.

Kemudian gula tersembunyi ini berkontribusi sebagai salah satu penyebab utama gigi berlubang. Menurutnya kondisi host dan mikroorganisme memang sangat tergantung dari kondisi alami dan perilaku kesehatan gigi masing-masing individu, namun substrat dan waktu sebenarnya merupakan faktor-faktor yang masih sangat dapat kita kendalikan.

''Bicara mengenai substrat, gula yang kita konsumsi diubah oleh mikroorganisme di dalam mulut sehingga kondisi pH mulut otomatis berubah menjadi asam dan proses karies pun terjadi,” terangnya.

”Selain substrat, faktor waktu menjadi hal penting lain yang harus diperhatikan, karena berhubungan erat dengan seberapa seringnya kita mengonsumsi gula, termasuk gula tersembunyi,'' ungkapnya juga.

Proses karies akibat gula ini dapat dikendalikan dengan lebih mewaspadai konsumsi gula dan menginterupsi waktu pembentukan karies dengan rutin menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride serta berkonsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

BKGN 2018 akan dimulai pada 18 September 2018 bertempat di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Provinsi Sumatera Selatan (PSPDG Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya). Tahun ini BKGN memiliki target untuk menjangkau lebih dari 65 ribu masyarakat Indonesia melalui rangkaian aktivitas yang digelar di 23 Fakultas Kedokteran Gigi dan 40 cabang PDGI di berbagai wilayah Indonesia hingga Desember mendatang. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Bayi Prematur Juga Bisa Tumbuh Optimal

Internasional

Jangan Biarkan Kanker Meredupkan Mimpi

Jakarta Raya

Hampir Capai Seratus Persen

Jakarta Raya

Anak Sering Mual dan Muntah, Waspadai Ginjal

Jakarta Raya

Radang Sebabkan Gigi Cepat Ompong

Jakarta Raya

Kuncinya, Gizi Seimbang Ditambah Susu

Jakarta Raya

IKLAN