Kamis, 20 September 2018 02:46 WIB
pmk

Politik

Sebut Gerakan #2019GantiPresiden Kurang Mendidik, Ini Alasan Yusril

Redaktur: Ali Rahman

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menilai gerakan #2019GantiPresiden yang selama ini viral di media sosial kurang mendidik rakyat. Alasannya, gerakan ini tidak jelas ditujukan untuk siapa, meski sekarang ini capres dan cawapres sudah mengkerucut kepada dua kandidat. 

"Jadi sudah kurang pas tagar 2019 ganti presiden itu," ujar Yusril melalui keterangan tertulis yang diterima INDOPOS, Minggu (9/9/2018).

Dituturkan pakar hukum tata negara itu, kegiatan dukung-mendukung dalam Pilpres adalah lumrah, wajar, sah dan konstitusional dalam sistem yang demokratis.

Namun patut pula disadari bahwa tagar-tagar yang sengaja diciptakan itu hendaknya juga mengandung unsur pendidikan politik. "Pendidikan politik berkaitan erat dengan peningkatan kualitas demokrasi," ujarnya.

Itu sebabnya karena hanya ada dua capres dan cawapres, sudah saatnya tagar tersebut diganti dengan menyebut nama pilihan calon presidennya secara tegas dan jelas. "Ini sangat penting agar tagar tersebut tetap berisi pendidikan politik kepada rakyat, bukan propaganda politik," jelas Yusril.

Propaganda politik dimaksud, sambungnya, bertujuan menanamkan ke alam bawah sadar publik tentang sesuatu, dan bisa menjauhkan mereka dari rasionalitas. Padahal tujuan politik, selain untuk melaksanakan demokrasi, juga dimaksudkan sebagai wahana pendidikan politik. "Kita ingin rakyat kita menjadi dewasa dan rasional dalam menentukan pilihan politik, bukan penggiringan opini melalui propaganda," jelas Yusril. (ydh)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #2019gantipresiden #yusril-ihza-mahendra 

Berita Terkait

Rambo Aceh pun Digiring ke Polsek

Headline

DPR: Demokrasi Gagal!

Headline

IKLAN