Selasa, 20 November 2018 03:14 WIB
pmk

Headline

Pungli IMB, Kejari Depok Periksa Dua Kepala Dinas

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok kembali memeriksa dua kepala dinas di Pemkot Depok. Keduanya diperksa terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) pembuatan izin mendirikan bangunan (IMB) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kasi Pidsus Kejari Depok, Daniel De Rozari mengatakan, pemanggilan dan pemeriksaan itu ditujukan kepada Kadis DPMPTSP Depok Yulistiani Mochtar dan Kasat Pol PP Depok Yayan Arianto. Keduany diperiksa terkait kasus dugaan pungli di DPMPTSP yang diterima dari salah satu developer perumahan.

“Sejauh ini baru dua pejabat yang diperiksa penyidik. Dugaan kami mereka tau mengenai kasus pungli ini,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (10/9/2018).

Diakui Daniel, sampai saat ini kasus digaan pungli oleh PNS Kota Depok ke developer tersebut masih terus dikembangkan penyidik Kejari Depok. Pemeriksaan terhadap sejumlah ASN pun akan dilakukan jajarannya tersebut.

“Semua pegawai di DPMPTSP dan Satpol PP akan kami periksa. Apabila memang pengurusan IMB ada penyimpangan prosedur yang tidak sesuai maka mereka akan kami tetapkan sebagai tersangka,” paparnya.

Terkait hasil pemeriksaan kasus tersebut, Daniel mengaku, belum dapat menjelaskannya hal tersebut secara detail. Sebab kata dia, penyelidikan terhadap aliran dana pungli ke sejumlah pejabat. Dia pun memastikan akan segera menyelesaikan kasus tersebut hingga ke meja persidangan.

“Kami terus melakukan pemeriksaan secara maraton terkait kasus dugaan pungli ini,” imbuhnya.

Sementara Kasatpol PP Depok, Yayan Arianto mengaku, jika dirinya dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik Kejari terkait kasus pungli IMB. Dia juga memberikan data kepada penyidik terkait perumahan sedang dibangun pengembang tanpa IMB. Sedangkan pungli IMB tanpa kuitansi, kata dia, tidak diberikan kepada penyidik kejaksaan.

“Hanya 13 developer yang sedang membangun perumahan tanpa IMB. Saya juga serahkan kuitansi penerimaan uang yang diberikan developer PT Aparkost Avicenna ke salah satu pegawai Satpol PP senilai Rp350 juta. Pungli IMB tanpa kuitansi hanya saya informasikan. Begitu juga dengan pencabutan empat papan segel pengumuman 'Dilarang Mendirikan Bangunan' yang telah dipasang olehnya di empat perumahan tidak berizin, disebutkan di dalam berita acara pemeriksaan,“ pungkasnya. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pungli-imb #kejari-depok #daniel-de-rozari 

Berita Terkait

IKLAN