Liga Indonesia

Persebaya Sudah Terbiasa Pindah Lapangan

Redaktur:
Persebaya Sudah Terbiasa Pindah Lapangan - Liga Indonesia

Djadjang Nurdjaman memimpin latihan skuad Persebaya Surabaya di Lapangan Karanggayam (5/9). AHMAD KHUSAINI/JAWA POS

INDOPOS.CO.ID – Djadjang Nurdjaman memang baru lima kali memimpin latihan rutin skuad Persebaya Surabaya. Tapi, selama itu, Green Force –julukan Persebaya- sudah berpindah lapangan selama empat kali.

Latihan perdana Djanur –sapaan Djadjang, (5/9) dilakukan di Lapangan Karanggayam. Kemudian, dua latihan selanjutnya di gelar di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo. Nah, pada Sabtu (8/9), latihan dilakukan di Dtadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Kemarin, latihan berpindah lagi. Skuat Persebaya berlatih di lapangan Polda Jatim. Soal venue latihan yang selalu berpindah, Djanur punya alasan. Dia mengaku ingin memahami situasi latihan yang dilakoni Persebaya.

Dia ingin melihat mana lapangan terbaik untuk berlatih. “Sebab, buat saya, kualitas lapangan akan menunjang hasil latihan,” kata pelatih 53 tahun itu. Sejauh ini, dia menilai stadion GBT masih menjadi venue yang paling apik. Apalagi, GBT juga merupakan tempat Persebaya menjamu lawan-lawannya. “Kalau sering latihan di GBT kan malah menguntungkan,” katanya.

“Tapi, kan apakah mungkin tiap hari kami latihan di sana (GBT)?,” tambah Djanur. Karena itu, harus ada opsi lain selain GBT. Sejatinya, Persebaya pernah berlatih di Stadion Gelora Delta Sidoarjo saat bulan Ramadan lalu. Kualitas stadion Delta juga bagus. Tapi, saat ini stadion jelas digunakan Deltras Sidoarjo yang berlaga di Liga 3.

Kalaupun memang tak bisa di Gelora Delta, Djanur tak masalah. Sebab, sejatinya, berpindah venue latihan bukan hal baru baginya. “Saya sudah merasakan hal seperti ini saat di Persib Bandung dulu.” Kata pelatih yang membawa Persib juara Liga Indonesia tahun 2014 itu.

Tapi, jika laga sudah dekat, memang idealnya berlatih di stadion yang memiliki kualitas bagus. Karena itu, dalam latihan di lapangan Polda Jatim kemarin, Djanur hanya memilih menurunkan intensitas. “Lebih spesifik ke set piece dan finishing saja. Ini agar pemain bugar saat lawan PS Tira,” kata pelatih kelahiran 30 Oktober 1964 itu.

Djanur memang enggan ada pemain cedera jelang laga kontra PS Tira, besok. Apalagi, Persebaya sudah dipastikan tak akan diperkuat bek Fandry Imbiri. Bek 27 tahun itu sejatinya dalam kondisi cukup bagus. Tapi, cedera tendon achilesnya mulai kambuh. Djanur enggan memaksakan. “Saya simpan untuk next match saja,” tegasnya.

Memang, masih ada M Syaifuddin dan Andri Muliadi di posisi stoper. Keduanya juga dalam kondisi fit dan siap diturunkan. Tapi, tampaknya Djanur lebih memilih untuk memainkan bek naturalisasi, OK John.

Djanur memang ingin memperkuat lini pertahanan. Sebab, dia menilai PS Tira punya ball possession yang bagus. “Apalagi PS Tira punya pemain berbahaya seperti Aleksandar Rakic,” terangnya. Sejauh ini, Rakci memang menjadi top scorer klub dengan torehan 10 gol. (gus/jpg)

Berita Terkait

Bola Lokal / Penasaran Film Preman Pensiun

Liga Indonesia / Ruben Bisa ke MU, Osvaldo Bertahan

Liga Indonesia / Sedikit Waktu untuk Recovery

Liga Indonesia / Pemain Buangan yang Bersinar

Liga Indonesia / Merasa Persiapan Tidak Ideal

Liga Indonesia / Pede ke Kandang Ayam Kinantan


Baca Juga !.