Rabu, 26 September 2018 09:56 WIB
pmk

Internasional

Polisi AS Tembak Mati Mahasiswa

Redaktur:

KORBAN - Botham Shen Jean, korban penembakan seorang polisi di Dallas, Amerika Serikat JEFF MONTGMERY/HAEDING UNIVERSITY

INDOPOS.CO.ID - Seorang Polisi di Dallas, Amerika Serikat (AS), menembak seorang pria di Apartemen. Insiden tersebut berlangsung ketika polisi salah masuk ke apartemen. Awalnya, polisi tersebut mengira masuk ke apartemen miliknya. Namun rupanya dia salah masuk. Atas insiden tersebut polisi tersebut dituntut bertanggung jawab.

Kepala Polisi Dallas Renne Hall mengatakan, perbuatan yang dilakukan polisi tersebut segera dituntut. Surat perintah penangkapan sedang dalam proses pada Jumat (7/9) sore.

Kronologi bermula saat polisi yang masih berseragam lengkap tersebut pulang ke apartementnya setelah bertugas lewat pukul 24.00 malam. Dia lantas melihat Botham Shem Jean berada di apartemen dan mengira bahwa Jean masuk ke dalam apartementnya.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (6/9) di blok Lamar Selatan yang terletak di sekitar Departemen Kepolisian Dallas. Menurut Renne Hall, tidak jelas interaksi yang terjadi antara polisi dan Jean sebelum penembakan terjadi. Petugas tersebut bahkan menelepon 911 setelah melayangkan tembakan namun, nahas Jean meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit.

Pihak kepolisian telah mengambil sampel darah polisi tersebut untuk menguji apakah dirinya berada di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan. Renne Hall lantas mengundang Texas Rangers untuk turut menginvestigasi kasus tersebut. Ibunda korban, Allie Jean mengatakan bahwa dirinya menginginkan transparasi soal petugas polisi yang menembak anaknya.

Seperti dilansir AFP, Kepala Kepolisian Dallas Renee Hall menyampaikan dalam konferensi pers bahwa kasus penembakan ini tidak biasa. Petugas tersebut diketahui seorang petugas perempuan meski indetitasnya belum terungkap dan dirinya telah dinonaktifkan selama menunggu tuduhan resmi atas penembakan tersebut.

Insiden tersebut menyisakan duka bagi keluarga terlebih ibundanya. "Ayo bereskan. Bicaralah yang sebenarnya. Aku orang Kristen dan aku akan memaafkannya, tapi dia tidak pernah bisa mengembalikan putraku," kata ibu Jean seperti dilansir USA Today.

Jean yang berusia 26 tahun tersebut merupakan mahasiswa akuntansi di Harding University di Arkansas.(trz/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal 

Berita Terkait

Rebutan Cewek, Pelajar Celurit Sahabat Kecil

Megapolitan

Penipu Catut Nama Kepala BKD

Banten Raya

Bocah Lima Tahun Dianiaya Teman Ibunya

Megapolitan

Rico Ceper Kutuk Pengeroyokan Suporter yang Berujung Tewas

Liga Indonesia

Mardani: Usut Tuntas Meninggalnya Suporter Persija

Liga Indonesia

IKLAN