Minggu, 18 November 2018 07:34 WIB
pmk

Nasional

Peremajaan Sawit Rakyat Hasilkan Devisa dan Pendapatan Petani

Redaktur: Redjo Prahananda

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Petanian melakukan Peremajaan Kelapa Sawit di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi pada Senin (10/9/2018).

Kegiatan ini merupakan bagian untuk menjaga komoditas sawit sebagai komoditas strategis nasional bisa tetap berkelanjutan. Secara nasional terdapat 14,03 juta hectare lahan sawit di Indonesia, dengan luasan sawit rakyat 5,61 juta hectare, dan 2,4 juta hektare diantaranya perlu peremajaan.

“Sawit masih menjadi komoditas ekspor terbesar Indonesia dengan volume ekspor 2017 sebesar 33,52 juta ton CPO senilai USD 21,26. Tindakan peremajaan ini sangat penting guna menjaga produktivitas sawit, dan terpenting untuk keberlangsungan pendapatan petani di masa depan,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Rizal Djalil.

Jambi menjadi salah satu provinsi yang menerima dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Badan yang dikelola oleh Kementerian Keuangan tersebut menghimpun dana dari ekspor CPO yang harganya telah melebihi 750 USD permetric ton, dengan pungutan sebesar sebesar 50 USD per metric ton. Dana tersebut tidak menjadi bagian yang dibebankan pada harga tandan buah segar (TBS) yang dibayarkan kepada petani.

Dari data Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, di Jambi terdapat 789 ribu hektare lahan sawit, 578 ribu hektare diantaranya adalah sawit rakyat.

Dari jumlah itu, ada 63 ribu yang perlu direplanting atau diremajakan. Tahun 2018 ini, Pemerintah Pusat menargetkan peremajaan di Jambi seluas 20 ribu hektare lahan sawit, tapi kesiapan Pemda Jambi baru 15,7 ribu hektare.

“Momentum ini kesempatan, pemerintah sedang memberikan perhatian kepada petani, seharusnya Pemda dan petani merespon dengan baik. Selain Jambi, tahun 2018, pemerintah mematok target peremajaan menjangkau 185 ribu hektar di 20 provinsi dan 75 kabupaten. Kebutuhan benih diprediksi bisa mencapai 27,7 juta batang yang dipasok dari 17 industri benih nasional,” kata Amran.

Kementan sebagai anggota komite pengarahan mendapat tugas untuk kegiatan peremajaan, penyediaan sarana dan prasarana, sumberdaya manusia (SDM), serta penelitian dan pengembangan sesuai tugas dan fungsi, Kementan memberikan rekomendasi teknis dalam kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat tersebut.

“Babyak pertimbangan  peremajaan perlu dilakuan, antara lain usia tanaman sudah diatas 25 tahun, lalu produktivitas tanaman rendah yakni di bawah 10 ton TBS per hektar per tahun, dan berasal dari benih illegitim atau tidak bersertifikat. Peremajaan benih harus tepat, karena kalau keliru berdampak sampai  25 tahun ke depan,” jelas Amran.

Rekomendasi Kementan untuk bantuan dana peremajaan kelapa sawit di Jambi sampai saat ini sudah berhasil mencairkan dana peremajaan untuk lahan seluas total 889,7 ribu hektare dengan total dana Rp 22,2 miliar.

Dana tersebut disalurkan kepada lima koperasi khusus untuk Kabupaten Merangin, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, meliputi: kelompok tani KUD Hitam Jaya Kabupaten Merangin seluas 139,18 hektare.

Kemudian, kelompok tani KUD Sarana Makmur Kabupaten Merangin seluas 222 hektare, kelompok tani KUD Tani Makmur Kabupaten Merangin seluas 190 hektare, kelompok tani KUD Tandan Buah Segar Kabupaten Muaro Jambi seluas 167,75 hektare, kelompok tani KUD Sawit Kita Kabupaten Tanjung Jabung Barat seluas 171,7 hektare.

“Khusus untuk Kabupaten Muaro Jambi dilakukan peremajaan seluas 167,75 hektare dengan nilai bantuan Rp 4,1 milar. Mereka yang menerima bantuan sudah memenuhi kriteria termasuk harus tergabung dalam Kelompok Tani, Gapoktan, Koperasi dan kelembagaan lainnya, serta kriteria lain yang sudah ditentukan,” beber Amran.

Selain peremajaan Sawit, pada kesempatan tersebut Kementan juga menyerahkan bantuan Ke Kabupaten Muaro Jambi berupa benih kopi Liberika sebanyak 31.000 batang dan Kompos sebanyak 89.900 Kg kepada 4 (empat) Kelompok tani. Kementan juga memberi bantuan Benih Karet untuk kegiatan peremajaan karet di Kab. Batanghari (100 hektare) sebanyak 50 ribu Batang, dan Kab. Sarolangun (290 hektare) sebanyak 145.000 batang.

Lalu, bantuan benih kelapa untuk Kegiatan Peremajaan Tanaman Kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (430 Ha) sebanyak 51.600 Batang, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (300 Ha) sebanyak 36 ribu batang. Benih jagung hibrida seluas 1.400 ha sebanyak 21 ton dua kelompok tani.

Sejumlah bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) yang juga diberikan kepada sejumlah kelompok tani adalah combine harvester ukuran sedang, combaine harbester ukuran kecil, power tresher, dan corn seller. Sementara itu, secara simbolis Amran juga memberikan tractor, cultivator dan pompa air untuk beberapa kelompok tani. (adv)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementan 

Berita Terkait

IKLAN