Rabu, 19 September 2018 06:56 WIB
pmk

Banten Raya

Kota Tangerang Ranking Satu Narkoba

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Badan Narkotik Nasional (BNN) Provinsi Banten memberikan peringkat pertama pada Kota Tangerang sebagai daerah penyalahgunaan narkoba tertinggi di kawasan tersebut. Alasannya, peredaran hingga pabrik narkotika tumbuh subur di kota tersebut. Bahkan, pembongkaran kasus barang haram ini terus mencuat, baik yang dibongkar oleh kepolisian dan BNN Pusat.

Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Banten, AKBP Abdul Majid mengatakan, peringkat Kota Tangerang terhadap persoalan narkoba ini karena dua hal, yakni jumlah pengguna barang haram ini telah menjamur ke lapisan masyarakat, baik pelajar, mahasiswa, pegawai swasta sampai pegawai negeri sipil. Dan banyaknya pabrik pembuatan narkoba yang berada di tengah pemukiman masyarakat.

“Memang di kota ini masalah narkoba masih sangat tinggi. Lihat saja dari jumlah kasus peredaran, penyalahgunaan, sampai pabrik ada di Kota Tangerang. Jadi kota ini ranking pertama di Provinsi Banten terkait soal narkoba,” katanya kepada wartawan dan INDOPOS, Minggu (9/9).

Menurutnya, dari hasil penelitian BNN Provinsi Banten terjadinya masalah itu lantaran Kota Tangerang berbatasan dengan jantung ibu kota negara dan juga pesatnya pembangunan serta gaya hidup masyarakat. “Inilah yang membuat narkoba sangat laris di sana. Memang karena cepatnya pembangunan dan kemajuan daerahnya. Apalagi kotanya juga jadi pusat perburuan pencari kerja,” ujar Majid.

Dijelaskan Majid, ada empat jenis narkotika yang laris manis terjual dan dikonsumsi para pecandu yakni  sabu, ganja, ekstasi dan pil PCC. Bahkan, hampir setiap hari transaksi terhadap barang haram ini terjadi di kalangan masyarakat Kota Tangerang.

“Sampai dipasok ke dalam lapas dan rutan juga. Tentunya peredaran ini terjadi karena pabriknya pun ada di sana. Nah ini yang membuat pemberantasannya sulit diselesaikan oleh kami dan kepolisian,” paparnya.

Tak sampai di sana, lanjut Majid, meningkatnya peredaran narkotika di Provinsi Banten ini dipicu letak geografis wilayah. Artinya wilayah tersebut merupakan gerbang utama menuju Pulau Jawa yang berdekatan dengan Pulau Sumatera. Sehingga memudahkan kartel narkotika untuk menyimpan dan mendirikan pabrik di kabupaten/kota yang ada di Banten.

“Contohnya Kota Cilegon merupakan daerah transit antara Pulau Jawa dan Sumatera. Nah di kawasan ini juga banyak penyewaan gudang, sehingga dirasa nyaman mendirikan pabrik atau menyimpan narkoba. Masuknya kan menggunakan jalur laut karena dirasa aman,” ungkapnya.

Dalam catatan BNN Provinsi Banten pengurutan terhadap kabupaten/kota yang rawan narkoba telah dipetakan. Di urutan teratas diduduki Kota Tangerang, disusul Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten/Kota Serang, Tangerang Selatan.

Kendati tingginya peredaran narkotika di kawasan Banten Raya ini, Majid menyatakan, pemberantasan tetap dilakukan BNN Provinsi bersama BNN Kabupaten/Kota dan kepolisian. Selain itu juga untuk pengendalian narkotika ini jajarannya pun berharap masyarakat di seluruh daerah tersebut ikut turun tangan.

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin menyatakan jajarannya telah berusaha keras memberantas narkoba. Salah satunya dengan menggandeng BNNK Tangerang serta Polrestro Tangerang untuk menangkap para pengedar dan bandar barang haram tersebut. Kemudian melakukan sosialisasi ke sekolah dan lingkungan masyarakat untuk menggali partisipasi warga mengawasi lingkungan.

“Bukan kami lepas tangan terhadap peredaran narkoba. Selalu dan terus kami upayakan memberantas narkoba , tetapi kan lawan kami ini adalah kartel jaringan nasional dan internasional. Makanya kami akan terus bergandengan dengan lembaga lain untuk memberantas psikotropika di sini,” tuturnya.

Terkait peringkat satu yang diberikan BNN Provinsi Banten terhadap Kota Tangerang dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi, Sachrudin tak mau berkomentar panjang. Dia hanya menambahkan, Pemkot Tangerang sedang melakukan berbagai upaya dalam menekan peredaran barang haram ini. Karena dirinya menilai pencegahan itu lebih diutamakan jika dibandingan dengan penyematan tersebut.

“Ini yang lebih kami fokuskan, bukan yang lain. Komitmen kami tetap kota ini harus zero narkoba. Saat ini tokoh agama pun kami gandeng untuk memberikan pengarahan bagi masyarakat mengenai pemberantasan narkoba,” pungkasnya.(cok)

Peringkat Narkoba Versi BNN

-    Kota Tangerang

-    Kabupaten Tangerang

-    Kota Cilegon

-    Kabupaten Lebak

-    Kabupaten Pandeglang

-    Kabupaten/Kota Serang

-    Kota Tangerang Selatan.

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #narkoba 

Berita Terkait

Ozzy Albar Terciduk Kantongi Ganja

Indotainment

Waspadai Peredaran Ekstasi Persegi Panjang asal Belgia

Nasional

Fachri Albar Bebas Keluar Masuk RSKO

Indotainment

Dhawiya Zaida Divonis 1,5 tahun Rehab

Indotainment

Kesaksian Ibu Ditolak, Roro Menangis

Indotainment

IKLAN