Selasa, 20 November 2018 09:09 WIB
pmk

Banten Raya

Aliran Sesat Resahkan Warga Cibadak

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Sejumlah warga Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak resah dengan adanya pengajian yang diduga menyimpang dan menganut aliran sesat di salah satu kediaman seorang warga yang dipanggil “Eyang Sepuh”.

“Pengajian itu sudah lama berlangsung, dan setiap malam Jumat mereka selalu berkumpul hingga puluhan orang. Ada yang bawa mobil dan ada pula yang pakai sepeda motor. Anggota pengajiannnya bukan berasal dari sini, namun ada yang datang dari Serang, Tangerang dan Jakarta,”  ungkap seorang tetangga “Eyang Sepuh” yang enggan ditulis namanya kepada INDOPOS,Minggu (9/9).

Bahkan,pengajian yang diduga aliran sesat tersebut kini dalam pengawasan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Lebak dan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten Lebak.

Kepala Kesbangpol Lebak, M Yusuf mengatakan kegiatan kelompok pengajian Paguyuban Sunda Karuhun (Paku) di Kampung Parindang RT 03 RW 04, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak memang diduga mengarah kepada aliran sesat. Namun, saat ini pihaknya bersama dengan Bakor Pakem akan mendalami terlebih dahulu sebelum diputuskan untuk dibubarkan.

“Kelompok organisasi kemasyarakatan (Paku) terindikasi mengarah pada aliran sesat. Namun, belum bisa diputuskan sesat karena mau kita dalami dulu,” ujar Yusuf usai rapat bersama Bakorpakem Kabupaten Lebak, Minggu (9/9).

Yusuf menjelaskan, sebelum mengambil keputusan, Bakorpakem terlebih dahulu akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk keterangan dari pengikutdan mantan pengikut  ‘Eyang Sepuh” .  “Kita juga akan melakukan pemanggilan terhadap kelompok pengajian Paku. Setelah itu kita kaji sesat tidaknya nanti keputusannya hari Senin pekan depan,” terangnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh oleh Bakorpakem, pengajian Paku terindikasi aliran sesat karena banyak ajaran yang tidak sesuai syariat Islam. Seperti, salam yang diucapkan, pengikut pengajian Paku juga tidak diwajibkan menghadap kiblat saat sholat, puasa Ramadhan cukup empat hari, hari Senin, Kamis, Jumat dan hari kelahiran.

Kepala Desa Panancangan, Subadri yang dikonfirmasi mengatakan, kelompok pengajian Paku yang diduga menganut aliran sesat sebetulnya sudah lama ada. Namun, masyarakat tidak curiga karena mengira itu hanya pengajian biasa. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #aliran-sesat 

Berita Terkait

Polisi Hentikan Aktivitas Kerajaan Ubur-ubur di Banten

Banten Raya

Ada Aliran Sesat Lagi, Ajarannya Tak Sesuai Islam

Nusantara

MUI Probolinggo Selidiki Ajaran Sesat Dimas Kanjeng

Nasional

IKLAN