Jumat, 21 September 2018 01:39 WIB
pmk

Megapolitan

Enam Jabatan Utama Kosong, Penggantian Tunggu Wali Kota Bekasi Terpilih Dilantik

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kekosongan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, ada enam pejabat setingkat kepala dinas di wilayah itu yang jabatannya lowong. Bahkan, sudah tujuh bulan kekosongan jabatan terjadi.

Hingga kini, enam dinas itu hanya diisi oleh pelaksana tugas (Plt) yang hanya berasal dari golongan III A. Seharusnya, kepala dinas tersebut dipimpin oleh pejabat berpangkat eselon II B. Bahkan, ada beberapa dinas yang hingga kini pejabatnya dirangkap.

Kekosongan jabatan di Kota Bekasi sangat mengkhawatirkan karena bukan hanya kepala dinas yang lowong tapi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) atau orang nomor tiga di jajaran Pemkot Bekasi juga kosong meski dirangkap oleh Plt Wali Kota Bekasi.

Berdasarkan data yang diperoleh INDOPOS, selain sekda ada juga enam jabatan dinas yang lowong yakni Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Asisten Daerah III Kota Bekasi, Dadang Hidayat mengatakan yang dapat mengisi seluruh kekosongan kepala dinas itu adalah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi yang terpilih saat Pilkada Kota Bekasi 2018.

”Enam jabatan kosong itu akan terisi oleh wali kota baru usai dilantik nanti,” terangnya, Minggu (9/9).

Pelantikan Wali Kota Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto akan dilakukan Kamis (20/9), di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat.

Dia juga memaparkan, posisi jabatan yang kosong karena ditinggal pensiun adalah Sekretaris Daerah, Kepala DBMSDA dan Kepala DPMPTSP. Rayendra Sukarmadji yang mengemban tugas sebagai Sekda Kota Bekasi jabatannya berakhir 1 Agustus 2018 karena pensiun lantaran usianya menginjak 60 tahun.

Begitu juga dengan Amit Riyadi yang menjabat Kepala DPMPTSP yang pensiun terhitung sejak 1 Juni 2018. ”Untuk jabatan kepala DBMSDA yang kosong, ditinggal Tri Adhianto yang pensiun dini karena memilih menjadi calon wakil wali kota dalam Pilkada Kota Bekasi,” ujarnya juga.

Selain itu, kata Dadang lagi, jabatan Bappeda yang awalnya diduduki Koswara Hanafi juga mulai kosong sejak Jumat (7/9). Koswara memilih pindah sebagai ASN Pemprov Jawa Barat. Sementara Kusnanto Saidi yang tadinya menjabat Kepala Dinkes dipindahtugaskan menjadi Direktur Utama RSUD pada triwulan pertama tahun ini.

Sayangnya usai mutasi terhadap Kusnanto, hingga kini Kepala Dinkes belum juga diisi oleh pejabat definitif. Hingga kini, jabatan Kepala Dinas hanya diisi oleh Plt. "Terakhir, jabatan Kepala Distaru juga masih kosong, karena hasil pemecahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan Dinas BMSDA pada awal Januari 2018," kata Dadang lagi.

Meski begitu, kata dia juga, seluruh pelayanan sampai sekarang ini masih tetap berjalan. Dia mengklaim semua jabatan pimpinan tertinggi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu sudah terisi meski oleh pelaksana tugas (plt).

Meski pejabat yang merangkap jabatan hanya melanjutkan proses administrasi saja, tidak dibolehkan membuat kebijakan strategis. ”Untuk kekosongan Sekda dipegang alih oleh Pj Wali Kota Bekasi Toto Mohamad Toha,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Reni Hendrawati mengatakan pihaknya tengah melakukan open bidding atau proses seleksi pegawai untuk menempati posisi eselon II yang kosong tersebut.

Hal itu bertujuan untuk melihat kompetensi, kemampuan manajerial pegawai secara teknis maupun administrasi. "Ada lima orang yang akan menguji, tiga di antaranya dari BKPPD dan dua dari kalangan profesional. Bila pegawai yang ikut lulus, mereka akan menempati posisi jabatan yang lowong," katanya.

Reni juga menambahkan, open bidding sudah dilakukan Kota Bekasi sejak diterbitkannya UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) saat mencari pejabat setingkat kepala dinas yang sesuai dengan pengalaman  kerja.

Aturan itu menyebut, untuk jabatan tinggi pratama wajib mengikuti proses open bidding sebelum menempati jabatannya. "Open bidding dilakukan secara terbuka dan transparan," tandasnya. (dny)

Jabatan Lowong di Pemkot Bekasi

1.  Sekretaris Daerah (Sekda), 
-Pejabat Sebelumnya : Rayendra Sukarmadji

-Jabatan Berakhir             : Pensiun 1 Agustus 2018

-Pejabat Pengganti           : Plh Dadang Hidayat (selama 20 hari)

Pejabat Saat Ini          : Kosong

2.  Kepala Dinas Tata Ruang       : Sejak dibentuk belum ada pejabat definitif

-Pejabat Pelaksana     : Koswara Hanafi

-Jabatan Berakhir             : Pindah kerja ke Pemprov Jawa Barat sejak 7 September

-Pejabat Saat Ini        : Kosong

3.  Kepala Bappeda

-Pejabat Sebelumnya : Koswara Hanafi 
-Jabatan Berakhir             : Pindah kerja ke Pemprov Jawa Barat sejak 7 September 2018
-Pejabat Saat Ini        : Kosong

4.  Kepala DBMSDA

-Pejabat Sebelumnya : Tri Adhianto

-Jabatan Berakhir             : Pensiun dini karena ikut  Pilkada Kota Bekasi 2018 sejak Februari 2018

-Pejabat Saat Ini        : Plt Arif Maulana

5.  Kepala DPMPTSP 

-Pejabat Sebelumnya : Amit Riyadi

-Jabatan Berakhir             : Pensiun pada 1 Agustus 2018
-Status                       : Plt Lintong Ambarita

6. Kepala Dinas Kesehatan

-Pejabat Sebelumnya : Kusnanto Saidi

-Jabatan Berakhir             : Mutasi jadi Direktur Utama RSUD Kota Bekasi sejak Februari 2018

-Pejabat Saat ini        : Plt Tanti Rohilawati

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemkot-bekasi 

Berita Terkait

Ancaman Serius Pemkot Bekasi untuk ASN Koruptor

Megapolitan

Gaji Pegawai Kontrak Rp 565 Miliar

Megapolitan

Musim Mudik, cuma 10 Puskesmas yang buka 24 jam

Megapolitan

Jaminan KS NIK Lebih Irit Ketimbang JKN

Megapolitan

Awas, Jalur Mudik di Kota Bekasi Rawan Gelap

Megapolitan

Hasil Panen Beras Kota Bekasi Capai Ribuan Ton

Megapolitan

IKLAN