Kamis, 22 November 2018 01:27 WIB
pmk

Hukum

KPK Masih Dalami 51 Anggota DPRD Jambi yang Diduga Ikut Disuap Zumi Zola

Redaktur: Ali Rahman

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola sesaat sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/9/2018). Foto: Ismail Pohan /INDOPOS

INDOPOS.CO.ID -  Rekor korupsi massal 41 anggota DPRD di Kota Malang bakal terganti. Ini setelah terkuaknya sebanyak 51 anggota DPRD Provinsi Jambi yang diduga menerima suap senilai Rp 9 miliar dari Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola sebagai uang 'ketuk palu' untuk menyetujui Raperda APBD 2017.

Dalam sidang lanjutan terdakwa gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola, Kamis (9/9/2018) lalu, terungkap ada dugaan suap kepada anggota DPRD Provinsi Jambi untuk menyetujui anggaran yang diminta Zumi Zola.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Dody Irawan dan kontraktor Muhammad Imaddudin alias Iim mengakui diminta mengumpulkan uang dari para kontraktor oleh orang kepercayaan Zumi Zola, Apif Firmansyah.

Uang dalam jumlah miliaran rupiah itu salah satunya disebut untuk menyuap seluruh anggota DPRD Provinsi Jambi.

"Uang dari kontraktor ini untuk seluruh anggota Dewan. Imbalan atas anggaran, atau uang ketok palu," ujar Iim di hadapan sidang.

Para saksi itu mengatakan suap yang disebut sebagai uang "ketok palu" itu agar anggota DPRD Provinsi Jambi menyetujui anggaran yang diminta oleh Zumi Zola atau Pemerintah Provinsi Jambi.

Di ruangan sidang, Zumi membenarkan keterangan dua orang saksi tersebut. "Awalnya tidak pakai uang. Tapi akhirnya beliau (Apif) menyerahkan uang," ungkap Zumi.

Dalam surat dakwaan, Zumi didakwa menyuap 53 anggota DPRD yang total uangnya sebesar Rp 16,5 miliar.

Menanggapi kesaksian ini, pimpinan KPK akan mempelajarinya. "Kita lihat dulu, nanti harus dipelajari," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Kamis (6/9/2018). "Penyidik nanti yang mengembangkan hal itu," tambahnya.

Senada, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Andrianti mengatakan, fakta tersebut akan dipelajari lebih lanjut oleh penyidik.

"Termasuk semua fakta persidangan dan bukti-bukti yang diperoleh dari pemeriksaan tersangka maupun saksi. Sampai saat ini belum ada peningkatan status terhadap 51 anggota DPRD Jambi," ucap Yuyuk saat dihubungi melalui pesan elektronik, Selasa, (11/9/2018). (nug)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sidang-zumi-zola #kpk-ri #yuyuk-andrianti #zumi-zola-suap-anggota-dprd-jambi 

Berita Terkait

IKLAN