Sabtu, 17 November 2018 04:42 WIB
pmk

Hukum

Mabes Polri Bantah Gelar Operasi Cipta Kondisi Besar-besaran

Redaktur: Ali Rahman

Foto berisi pesan hoax terkait akan digelarnya operasi cipta kondisi besar-besaran.

INDOPOS.CO.ID - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dikabarkan akan menggelar operasi cipta kondisi secara besar-besaran mulai 11 September 2018 sampai dengan 11 Oktober 2018. Kabar tersebut beredar melalui pesan berantai via jejaring sosial.

Berdasarkan pengamatan, pesan tersebut berbentuk foto yang di dalamnya terdapat lambang Polri dan imbauan kepada masyarakat. Selain itu, di dalam pesan tersebut juga terdapat nama Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto.

Saat dikonfirmasi, Setyo membantah kabar tersebut. "Itu hoaks, bukan dari saya," jelas Setyo, di Jakarta, Selasa (11/9/2018).

Dia menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait informasi tersebut. Seluruh informasi yang selama ini dikeluarkan oleh pihaknya selalu bersifat resmi. "Dalam menyampaikan informasi, kita resmi dan akan diundang wartawan untuk menyampaikan operasi ini," jelas dia.

Sebelumnya diketahui, sebuah foto berlogo Polri beredar di jejaring sosial. Foto itu memuat imbauan kepada masyarakat terkait razia. "Diimbau kepada seluruh masyarakat, teman-teman, dan saudara di mulai dari tanggal 11 September 2018 akan diadakan Operasi Cipta Kondisi razia pengecekan kendaraan dan premanisme, narkotika besar-besaran," tulis foto tersebut.

Juga disampaikan dalam foto tersebut bahwa operasi ini akan berlangsung selama satu bulan penuh. Di bagian akhir, pesan tersebut menyertakan nama Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto.

"Dimulai dari tanggal 11 September s/d 11 Oktober 2018 di seluruh wilayah Indonesia. Pesan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Drs. Setyo Wasisto, S.H," demikian pesan akhir di foto tersebut. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #operasi-cipta-kondisi #kadiv-humas-mabes-polri #setyo-wasisto #berita-hoaks 

Berita Terkait

LIPI: Broadcast akan Ada Gempa di Jawa Hoaks

Nasional

Tanggul Masih Utuh Dibilang Jebol

Nusantara

IKLAN