Kamis, 15 November 2018 08:00 WIB
pmk

Jakarta Raya

Komisi Kejaksaan Soroti Kasus Penggelapan di Kejari Jakarta Utara

Redaktur: Redjo Prahananda

Komisioner Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak. Foto: Yudha Krastawan

INDOPOS.CO.ID - Penanganan kasus penipuan dan penggelapan sebesar Rp 3,050 Miliar oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara terus mendapatkan sorotan.

Kali ini, penanganan kasus disinyalir mengabaikan rasa keadilan bagi korban itu disorot oleh Komisi Kejaksaan (Komjak) RI. 

Komisioner Komjak, Barita Simanjuntak menyatakan mempelajari dan mengumpulkan informasi terkait penanganan kasus itu. 

“Saya akan pelajari dahulu dan mengumpulkan informasi. Setelah itu kita akan panggil Kepala Kajari soalnya ini kan laporan keluhan dari masyarakat langsung harus ditindak lanjuti,” kata Barita, Selasa (11/9/2018). 

Kasus penipuan dan penggalapan dengan tersangka Deby Laksmi Dewi mencuat setelah Kejari Jakarta Utara tidak melakukan penahanan rutan ketika penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian, namun tahanan kota. 

Kajari Jakarta Utara Diky Oktavia saat dikonfirmasi mengatakan, kasusnya itu sudah dinyatakan lengkap dan tahap dua. Dalam waktu dekat, kasus ini bakal segera diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Limpahan dari Polres Jakarta Utara sudah ditahap dua kan dua minggu lalu. Tersangka saat itu tidak ditahan oleh polisi, sudah sempat ditahan polisi cuma 20 hari, terus lanjut dilakukan penahanan kota, wajib lapor setiap harinya. Kami juga lakukan pencekalan juga sekarang dilimpahkan ke pengadilan minggu-minggu ini disidang," ungkapnya. 

Korban meminta perlindungan hukum kepada Jaksa Agung, beberapa waktu lalu. Dalam suratnya tertanggal 15 Agustus ke Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Pengawasan, Amanda selaku korban menyebutkan bahwa tersangka Deby Laksmi Dewi dilaporkan karena menggelapkan uang hasil penjualan 3 kontainer daging kerbau impor beku yang dibelinya dari Bulog seharga Rp3.050 miliar. 

Perusahaan tempat korban bekerja menitipkan 3 kontainer daging tersebut setelah Deby ingin menjadi distributor daging kerbau itu dan hasil penjualan bakal diserahkan ke perusahaan tempat Amanda.

Setelah laku semua hanya sebagian uang penjualan diserahkan dengan sisa lebih dari Rp 3 miliar, Deby menolak menyerahkan dengan alasan pengambil daging ke tersangka tidak membayar.

Karena jalan musyawarah tidak membuahkan hasil Dedby dilaporkan ke Polres Jakarta Utara, dengan LP/1282/K/XI/2017/PMJ Resju tanggal 6 Nopember 2017, dengan sangkaan Pasal 372 Jo. Pasal 378 KUHP, dan langsung ditetapkan menjadi tersangka serta ditahan selama 20 hari.

Pihak kepolisian melimpahkan kasus Deby Laksmi Dewi ke Kejaksaan Jakarta Utara, namun di kejaksaan tersangka tidak ditahan alias menjadi tahanan kota dan wajib lapor. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #komisi-kejaksaan-ri #kasus-penggelapan-di-kejari-jakarta-utara #barita-simanjuntak 

Berita Terkait

IKLAN