Sabtu, 17 November 2018 08:23 WIB
pmk

Headline

KRI Rencong 622 Terbakar Dekat Pangkalan Baru TNI AL, Investigasi Kemungkinan Sabotase

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Kebakaran KRI Rencong 622 di perairan Sorong kurang lebih 20 mil dari Dermaga Komando Armada III, Selasa (11/9/2018), patut menjadi catatan dan perhatian. Sebab, markas itu merupakan pangkalan baru milik TNI AL.

”Pengembangan armada harus dibarengi peningkatan kemampuan alutsista dan personel,” kata Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi, kepada media ini, Selasa (11/9/2018).

Dikatakan, niatan TNI AL membentuk tim guna mencari data informasi lebih terperinci soal kebakaran kapal perang tersebut, wajib dipastikan berjalan serius. ”Termasuk (investigasi) kemungkinan adanya sabotase, ketidakdisiplinan pemeliharaan, maupun kelalain personel,” imbuhnya.

Menurut dia, tiga potensi itu layak ditelusuri. Sebab, kebakaran kapal perang bukan perkara sederhana.

Berdasar catatan milik Khairul, KRI Rencong 622 punya peran yang cukup penting dan signifikan. Bersama KRI Mandau 621, KRI Badik 623, dan KRI Keris 624, kapal perang itu merupakan KCR yang tercepat di antara kapal cepat lain milik TNI AL. ”Banyak berperan dalam operasi-operasi keamanan perairan kita,” jelasnya.

Karena itu, kehilangan KRI Rencong 622 juga harus cepat ditindaklanjuti oleh matra laut.  Meski masih ada tiga kapal perang sejenis, Khairul menyebutkan, TNI AL tetap perlu memikirkan pengganti KRI Rencong 622. Tentu saja bukan sekedar pengganti, melainkan harus lebih hebat dari kapal tersebut. ”Indonesia perlu kembali serius dalam upaya pengembangan teknologi kapal patroli cepat,” ungkap dia.

Sebab, kapal-kapal tersebut sangat dibutuhkan untuk memastikan keamanan laut tanah air.

Tepat sehari pasca peringatan HUT TNI AL ke-73, salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik matra laut mangalami musibah. Selasa pagi (11/9/2018) KRI Rencong 622 terbakar. Beruntung tidak satu pun prajurit yang tengah bertugas di atas kapal tersebut menjadi korban. Namun, kapal cepat rudal (KCR) buatan Korea Selatan (Korsel) itu tidak dapat diselamatkan.

TNI Angkatan Laut kini sedang melakukan penyelidikan atas terbakarnya kapal yang sedang melaksanakan Operasi BKO Gugus Keamanan Laut (Guskamla) III. Lokasinya di sekitar perairan Sorong kurang lebih 20 mil dari Dermaga Komando Armada III.

“Musibah ini terjadi pada saat KRI bergerak dari laut menuju dermaga umum Sorong untuk melaksanakan bekal ulang air tawar di Pelabuhan Sorong,” terang Kadispenal, Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta, saat dihubungi INDOPOS melalui sambungan telepon, Selasa (11/9/2018).

Dikatakan, kejadian sekitar pukul 07.00 WITA, berawal saat sedang melaksanakan pemanasan Gas Turbin (GT), GT awalnya sempat nyala, namun kemudian mati. Saat di periksa di Control GT, tidak ditemukan masalah. Namun pada saat dicek ke  ruang GT, tiba-tiba muncul api.

Prajurit KRI langsung melakukan pemadaman, ditangani oleh Tim PEK KRI Rencong-622. Namun api tetap membesar. Sambil berupaya memadamkan api, komandan KRI mengarahkan kapal ke Pulau Yefdoif di Perairan Sorong untuk Lego jangkar. Kobaran Api semakin membesar dan kapal black out (listrik mati total). Api kemudian merambat mendekati gudang amunisi.

Untuk menghindari korban jiwa, Komandan KRI memerintahkan pasukannya meninggalkan kapal. Seluruh ABK KRI Rencong yang selamat dievakuasi ke Pangkalan Armada III Sorong, beserta beberapa peralatan penting KRI Rencong-622 yang dapat diselamatkan. 

KRI Rencong -622 merupakan jenis Kapal Cepat Rudal (KCR), kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1979. Kapal ini didesain sebagai kapal berkecepatan tinggi dimana badan kapal terbuat dari aluminium.

“Dalam waktu dekat  TNI AL akan membentuk Tim Investigasi untuk  mencari secara menyeluruh penyebab terjadinya kebakaran tersebut,” pungkas Gig. (nel/syn)

INSIDEN KRI RENCONG

Kapal TNI AL KRI Rencong

Nomor Lambung 622

Jenis Kapal Cepat Rudal (KCR)

Bahan: Terbuat dari aluminium

Tahun Produksi: 1979

Diprosuksi oleh: Tacoma SY, Masan, Korea Selatan

Didesain sebagai kapal berkecepatan tinggi.

OPERASI:

BKO Gugus Keamanan Laut (Guskamla) III

WAKTU INSIDEN:

Selasa pagi (11/9/2018)

Di sekitar perairan Sorong, 20 mil dari Dermaga Komando Armada III

Saat KRI bergerak dari laut menuju dermaga umum Sorong untuk melaksanakan bekal ulang air tawar di Pelabuhan Sorong

07.00 WITA :

Kapal pemanasan Gas Turbin (GT). Sempat hidup, tapi mati. Diperiksa, tak ada masalah.

07.10 WITA :

Dicek ke  ruang GT, tiba-tiba muncul api. Api ditangani Tim PEK KRI Rencong-622, tapi api tetap membesar.

07.15 WITA:

Kapal berusaha mendekat ke daratan terdekat dan Lego jangkar dekat Pulau Yefdoif di Perairan Sorong.

07.20 WITA:

Kobaran Api semakin membesar dan kapal black out (listrik mati total). Api  merambat mendekati gudang amunisi.

07.30 WITA:

Antisipasi ledakan, Komandan KRI perintahkan pasukan tinggalkan kapal.


TOPIK BERITA TERKAIT: #tni #kebakaran #kapal-tni-terbakar 

Berita Terkait

Kebakaran Belum Padam, Harapkan Hujan Turun

Internasional

Si Jago Merah Ngamuk, Rumah dan Isinya Ludes

Nusantara

SPBU Ludes Dilalap Api

Megapolitan

Salut untuk TNI

Headline

TNI Dilarang Terjun Politik Praktis

Nasional

IKLAN