Jumat, 16 November 2018 05:24 WIB
pmk

Liga Indonesia

Dipermalukan PS Tira, Debut Buruk Djanur Bersama Persebaya

Redaktur:

Selebrasi pemain PS Tira Dzimitry Rekish usai menjebol gawang Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa malam (11/9). ANGGER BONDAN/JAWA POS

INDOPOS.CO.ID - Nyanyian Song For Pride tak lagi berkumandang usai laga Persebaya Surabaya kontra PS Tira di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) tadi malam. Bonek -julukan fans Persebaya-langsung meninggalkan stadion setelah wasit Moch Adung meniup peluit panjang.

Bahkan, saat laga memasuki masa injury time, Bonek tak bisa lagi mengendalikan emosi.  Aksi bakar-bakar mulai terlihat di beberapa sudut. Tercatat, ada 19 titik api yang menyala di GBT. Rinciannya, sebelas titik api di tribun utara, enam di tribun timur, dan dua di tribun selatan.

Bonek kesal.  Sebab, tim kesayangan mereka gagal mengejar ketertinggalan dua gol dari The Young Warriors -julukan PS Tira. Sejatinya, saat ketinggalan satu gol lewat sontekan Aleksandar Rakic (48') Bonek masih sabar. Tapi, gol kedua tim tamu yang dicetak Dzmitry Rekish di menit ke-83' membuat Bonek kesal. Saat melakukan selebrasi, pemain asal Belarusia itu sampai dihujani botol air mineral.

Kekecewaan Bonek memang cukup beralasan.  Pasalnya, mereka sempat menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap Djadjang Nurdjaman.  Apalagi, Djanur-sapaan Djadjang-berani menargetkan Persebaya menembus papan atas.  Faktanyta, Djanur malah menuai kekalahan pada laga debutnya bersama Green Force.

"Kekalahan yang sangat menyakitkan. Saya benar-benar minta maaf kepada warga Surabaya," sesal Djanur seusai laga.

Target papan atas rasanya memang belum pantas jika melihat kinerja Green Force tadi malam.  Apalagi, ini merupakan kekalahan kandang ketiga bagi Persebaya. Sebelumnya, mereka dikandaskan Barito Putera 1-2 (12/8) dan takluk 3-4 dari Persib Bandung  (26/7).

Parahnya lagi.  Laga tadi malam merupakan kali pertama Persebaya tak mencetak gol di laga kandang musim ini.  Catatan buruk lainnya, kekalahan ini membuat Persebaya belum membukukan clean sheet dalam enam laga terakhir. Dari enam laga itu, Green Force -julukan Persebaya- bahkan sudah kebobolan 14 gol !  Statistik yang buruk untuk tim yang mematok target papan atas, bahkan juara.

Djanur pun mengakui tim asuhannya masih banyak kekurangan. "Pemain masih sering bermain bola dari belakang ke tengah. Hanya di situ saja. Umpan langsung ke depan kurang," keluhnya.

Kendala itu pula yang David da Silva minim suplai bola matang.  Padahal, pada pertemuan pertama melawan PS Tira di Bantul (13/4) lalu, Da Silva berhasil mencetak hat-trick.

Selain itu, penampilan lini belakang PS Tira  cukup disiplin. Terkait hal itu, pelatih PS Tira Nilmaizar mengakui, anak asuhnya memang banyak berkembang usai melakukan training center di Cianjur selama dua pekan. "Kami juga sudah mempelajari gaya bermain Persebaya. Kami sampaikan ke pemain cara meredam, dan ternyata aplikasi (di lapangan) sesuai rencana," kata mantan pelatih Semen Padang itu.

Kekalahan ini membuat Persebaya kian dekat dengan zona merah. Mereka hanya berjarak dua poin dari Perseru Serui di posisi ke-16. Tapi, Djanur berharap anak asuhnya bisa bangkit. Belum ada kata menyerah untuk mencapai target ke papan atas. Dengan waktu yang mepet, dia akan berusaha untuk meraih poin penuh kala bertandang ke Sriwijaya FC (16/9).

"Saya harap pemain tak patah semangat. Masih ada waktu untuk terus melakukan perbaikan," tambah pelatih 53 tahun itu.

Sebaliknya, bagi The Young Warriors-julukan PS Tira-mereka kini bisa mentas dari zona merah. "Tapi ini masih belum berakhir. Masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi ke depan. Anak-anak tidak boleh cepat puas. Harus terus fokus," tegas Nil Maizar. (gus/bas/jpg)

SUSUNAN PEMAIN

Persebaya: Miswar Saputra, Abu Rizal Maulana, Ruben Sanadi, Otavio Dutra, OK John, Misbakhus Solikin, Rendi Irwan Saputra (Ricky Kayame, 70'), Robertino Pugliara, Osvaldo Haay (Rishadi Fauzi, 81'), Ferinando Pahabol (Oktafianus Fernando, 56'), David da Silva
Pelatih: Djadjang Nurdjaman

PS Tira: Angga Saputra, Abduh Lestaluhu, Didik Wahyu, Abu Bakr Radanfah, Mahdi Albaar, Jeon Woo Young (Roni Sugeng, 83'), Dzmitry Rekish (Ahmad Nufiandani, 90+2), Manahati Lestusen, Wawan Febrianto (Dimas Drajad, 65'), Izmy Hatuwe, Aleksandar Rakic
Pelatih: Nil Maizar

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #persebaya-surabaya #ps-tira 

Berita Terkait

Sriwijaya Fokus Lolos Zona Degradasi

Liga Indonesia

Da Silva Belum Pasti, Masih Ada Osvaldo

Liga Indonesia

Barito Putera Akhirnya Menang Juga

Liga Indonesia

Hajar Barito Putera, Persija Lebih Pede ke GBT

Liga Indonesia

Ke Jayapura, Kondisi Lawan Persebaya Lebih Bugar

Liga Indonesia

IKLAN